/
Selasa, 13 September 2022 | 11:09 WIB
Bharada E, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi, Brigadir Joshua saat masih hidup (Polri TV-Suara.com-IST).

Suara Denpasar  -Drama kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J tampaknya belum bakal habis.

Masyarakat Indonesia juga masih begitu antusias untuk mengikuti potongan demi potongan puzel misteri pembunuhan yang menghebohkan publik Indonesia.

Salah satunya adalah dari eksekutor Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yang nekat menghabisi rekan kerjanya itu karena berada di bawah tekanan perintah atasannya. Yakni Kaisar Sambo, sebutan warganet untuk Irjen Ferdy Sambo.

Guncangan batin yang besar begitu dirasakan Bharada E. Apalagi, niat tidak baik yang akan dilakukan kepada Brigadir J sudah tercium sejak dari kediaman mantan Kadiv Propam Polri itu di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan. 

Dalam keterangan Ronny, Bharada E mengaku pergi ke toilet dan berdoa sebelum berangkat ke rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, yang kini menjadi tempat kejadian perkara (TKP).  

"Bharada E dipanggil ke lantai tiga oleh Bripka RR (Ricky Rizal) itu kemudian disuruh menembak (Brigadir J). Klien saya turun ke bawah sempat ke toilet berdoa," kata Ronny seusai dihubungi, Kamis (8/9/2022).  

Ronny juga menjelaskan Bharada E terkejut terkejut ketika mendengar perintah yang disampaikan oleh seniornya Bripka Rick Rizal. Hal itulah yang membuat Bharada E gelisah sehingga ia berdoa sebelum berangkat ke TKP.

Menurut Roonny Talapessy, kuasa hukum Bharada E seperti dikutip dari  tvonenews.com, Minggub11 September 2022 .

Saat waktu pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga. Kliennya sempat meminta izin ke Toilet dan berdoa sebelum akhirnya menembak Brigadir J sesuai perintah atasannya, yakni Irjen Sambo.

Baca Juga: Jarang Diberi Apresiasi, Inilah 5 Faktor Anak Merasa Rendah Diri

"Bharada E dipanggil ke lantai tiga oleh Bripka RR (Ricky Rizal) itu kemudian disuruh menembak (Brigadir J). Klien saya turun ke bawah sempat ke toilet berdoa," kata Ronny, Kamis 8 September 2022.

"Bharada E terkejut terkejut ketika mendengar perintah yang disampaikan oleh seniornya Bripka Rick Rizal. Hal itulah yang membuat Bharada E gelisah sehingga ia berdoa sebelum berangkat ke TKP. Waktu ke bawah, klien saya lihat sudah persiapan jalan ke Duren Tiga. Iya (Bharada E) sempat berdoa," paparnya sembari membantah kabar Bharada E menghubungi seseorang sebelum tiba di Duren Tiga.

Usai melakukan penembakan terhadap Brigadir J, kliennya langsung menjauh dari tempat kejadian perkara. Jadi, Bharada E tidak melihat pembersihan darah di tempat kejadian perkara.

Seperti diketahui bersama sampai saat ini motif pembunuhan Brigadir J belum tergambar secara gamblang.

Irjen Sambo tetap ngotot bahwa aksinya untuk membela Marwah dan kehormatan keluarga. Sedangkan sang istri yakni Putri Candrawathi mengaku menjadi korban kekerasan seksual oleh Brigadir J. Hanya saja, itu tidak didukung oleh alat bukti dan saksi yang kuat.

Malah, salah satu asisten rumah tangga yang bernama Susi mengaku mendengar suara desahan ketika Brigadir J dan Putri Candrawathi berada di dalam kamar. Saat itu Susi berada di tangga. ***

Load More