Suara Denpasar- Kasus kekerasan yang terjadi di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur menyebabkan seorang santri meninggal dunia.
Kini guna mengantisipasi agar kasus serupa tidak terjadi di tempat lain, satgas khusus kini dibentuk di wilayah Jawa Timur.
Satgas ini diberi nama Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang anggotanya lintas lembaga.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menjelaskan pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak, ini diisi dari dinas sosial, departemen agama, Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA), serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Satgas ini dibentuk setelah adanya pertemuan sejumlah pihak yang membahas perkembangan kasus kekerasan yang menewaskan seorang santri di Gontor.
"Jadi kami mendiskusikan beberapa hal, pertama terkait dengan proses penyidikan. Sampai saat ini penyidik telah mengumpulkan alat bukti dan telah menetapkan dua tersangka, dengan inisial MF dan IH. Dalam prosesnya kemarin juga sudah dilakukan otopsi, itu juga menjadi bahan kelengkapan proses penyidikan," katanya di Mapolres Ponorogo pasca menerima kunjungan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga beserta rombongan, dilansir pada Selasa (13/9).
Pihaknya telah membahas bagaimana mekanisme edukasi dan pencegahan supaya hal ini tidak terjadi kembali di lembaga pendidikan yang ada di Jawa Timur.
Salah satunya dengan membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak tersebut.
Satgas ini nantinya akan memberikan akses informasi dengan memberikan nomor Hotline, sehingga siapapun yang menjadi korban bisa segera melapor dan satgas bisa cepat merespon. ***
Baca Juga: Viral! Surat Pesantren Gontor yang Dinilai Kontroversi
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis