Suara Denpasar – Beredar video Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. melarang mahasiswa ikut organisasi ekstrakampus atau di luar kampus. Hal ini disampaikan Prof Suastra di hadapan ribuan mahasiswa dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru di Auditorium Kampus Undiksha, Singaraja, 16 Agustus 2022.
Video itu awalnya diunggah di channel Youtube BEM REMA Undiksha sudah sebulan lalu. Secara keseluruhan video itu memakan 9 jam 29 menit 36 detik. Ada banyak pembicara dalam kegiatan yang dulu dikenal dengan istilah Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus). Walau begitu, ada potongan video yang beredar khusus ketiga Prof Suastra berbicara melarang mahasiswa baru ikut organisasi luar kampus.
Dalam video di Youtube BEM REMA Undiksha, Prof Wayan Suastra menjadi pembicara terakhir di hari itu. Dalam video, Prof Suastra memulai dari jam ke-8 menit ke-28. Dia awalnya menjelaskan tentang biodata dan pengalaman hidupnya. Kemudian dia berbicara terkait pengenalan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di Undiksha.
Dipaparkan pula tentang visi Undiksha, kemudian beberapa hal yang akan dipersiapkan pihak Undiksha dalam menunjang kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.
Pertama, menyiapkan mahasiswa Undiksha yang berkualitas dan kompetitif dalam kompetisi nasional dan internasional. Kedua, menyiapkan mahasiswa agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat, soft kill, yang kuat berlandaskan Tri Hita Karana.
“Jadi adik-adik harus banyak mengikuti kegiatan kemahasiswaan, baik di jurusan, fakultas, di lembaga juga ada, ya,” katanya.
Dia pun menyebutkan, organisasi di jurusan ada HMJ, kemudian di universitas ada unit kegiatan mahasiswa (UKM), BEM, hingga MPM. Juga organisasi keagamaaan, koperasi, dan sebagainya.
“Nah itu adik-adik bisa mengembangkan soft skill, kenapa perlu soft skill, karena kalau adik-adik bekerja atau lulus, berinteraksi dengan dosen, soft skill adalah nomor 1. Bukan kepintaran saja, ya,” paparnya.
Dia menekankan, 80 persen orang sukses ditentukan soft skill, sedangkaan kepintaran hanya 20 persen. Prof Suastra juga menyatakan, kegiatan mahasiswa diarahkan ke desa-desa, seminar, serta kegiatan mental kebangsaan. Juga yag tak kalah penting adalah kegiatan kemahasiswaan diarahkan untuk kewirausahaan.
Baca Juga: Survei Sebut Publik Puas Kinerja Polri Tangani Kasus Brigadir Joshua, Netizen: Hoax!
“Saya kira itu yang menjadi penekanan atau kebijakan di Undiksha dalam bidang kemahasiswaan, saya mohon adik-adik nanti aktif, ya, masuk ke organiasi kemahasswaan, ya, jangan di luar Undiksha,” kata Prof Suastra pada jam ke-8 menit ke-45 dan detik ke-35.
Tidak itu saja, Suastra menuding banyak organisasi di luar kampus yang mengimingi agar masuk ke organisasi dimaksud. Bahkan dia meminta hati-hati dengan organisasi di luar kampus yang bisa menjerumuskan ke hal yang tidak baik.
“Karena banyak sekali organisasi-organisasi luar yang mengiming-imingi supaya masuk ke sana. Itu hati-hati. Karena banyak yang akan menjerumuskan adik-adik ke hal-hal yang kurang baik,” kata pria berusa 60 tahun ini.
Dia pun mengajak aar mahasiswa baru Undiksha ini ikut dalam kegiatan atau organisasi di dalam kampus.
“Ikutilah kegiatan di Undiksha ada BEM, ada MPM,BEM fakultas, ada UKM, ada 33 UKM, ya, dari seni ada, olahr raga, kemudian akademik, dan lain sebagainya. Kalau pintar main catur ada, bridge ada, itu banyak. 33 UKM,” jelas dosen Prodi Pendidikan Fisika asal Tojan, Klungkung ini.
SuaraDenpasar masih mencoba meminta konfirmasi kepada pihak Undiksha terkait pernyataan Prof I Wayan Suastra ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler