Suara Denpasar- Bali United bakal mencari pelampiasan usai di laga pekan lalu kehilangan poin kala bertemu dengan Persis Solo di BRI Liga 1.
Kini main di kandang sendiri dan didukung ribuan fans Semeton Dewata bakal membuat skuat asuhan Stefano Cugurra bisa tampil meledak melawan Persikabo 1973.
Bali United bakal menjalani laga di pekan ke-11 melawan Persikabo 1973 pada 30 September di kandang, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Namun untuk mendapatkan poin penuh tentu tidak mudah, selain Persikabo 1973 adalah skuat yang kini berbeda di banding musim lalu, Bali United juga kehilangan pemain kuncinya.
Kali ini Bali United harus kehilangan pemain tengah pengatur ritme serangan dan ritme permainan bertahan yakni Brwa Nouri.
Bali United kehilangan Brwa Nouri pada pekan ke-11 lantaran yang bersangkutan harus terkena akumulasi kartu kuning.
Karena itulah pemain yang dalam rilis terbaru transfermarkt memiliki harga pasaran Rp6,5 miliar ini tidak bisa mengisi skuat Bali United di pekan ke 11.
Kehilangan pemain kelahiran 23 Januari 1987 ini bakal membawa pengaruh tersendiri bagi Bali United.
Sebelumnya lini tengah menjadi sorotan usai beberapa pemain harus absen pasca operasi karena cedera seperti Kadek Agung dan Sidik Saimima.
Baca Juga: BRI Liga 1: Kabar Baik dan Kabar Buruk Coach Teco Jelang Bali United Vs Persikabo
Hariono juga tengah dalam pengembalian kondisi fisik setelah sembuh dari cedera yang dialami saat ajang pramusim.
Pelatih Bali United Coach Teco tidak ambil pusing. Sebab baginya komposisi pemain merata dan pemain lain diakui mampu tampil baik ketika diberikan kesempatan.
“Pasti lebih bagus waktu tim lebih komplit. Bagi saya semua pemain memiliki kualitas yang baik dan berusaha maksimal saat latihan maupun pertandingan. Siapa pun diberikan kesempatan untuk membantu Bali United pasti akan memberikan penampilan terbaik mereka,” kata Techo dilansir dari laman resmi Baliutd, Jumat (23/9).
Kehilangan Nouri memberikan kesempatan kepada dua tipikal gelandang tengah serupa.
Selain Hariono yang masih dalam tahap pemulihan kondisi fisik pasca cedera, ada dua gelandang bertahan dalam kondisi prima.
Mereka adalah Rizky Pellu dan Ahmad Agung Setia Budi.
Berita Terkait
-
Alasan Shin Tae-yong Panggil Muhammad Rafli yang Masih Mandul di BRI Liga 1 untuk Laga Timnas Indonesia vs Curacao
-
4 Pemain Asing Liga 1 yang Dipanggil Tim Nasional di FIFA Matchday, Salah Satunya Hadapi Cristiano Ronaldo
-
Fisik Pemain Persija Digenjot Jelang Laga Kontra Persib, Michael Krmencik: Latihannya Sangat Berat
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan