/
Minggu, 25 September 2022 | 13:33 WIB
Wakil Ketua DPRD Depok, Tajudin Tabri saat injak sopir truk. Mahfud MD mengomentari aksi politikus Golkar tersebut. (Suara.com/ IST)

Suara Denpasar – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh ulah pejabat publik yang menghakimi warga negara seenaknya sendiri. Seperti dilakukan politikus Golkar yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri yang menganiaya dengan cara menginjak sopir truk dan menyuruh guling-guling. 

Menkopolhukam, Moh. Mahfud MD pun angkat bicara terkait ulah Tajudin Tabri. Apalagi, video penganiayaan yang dilakukan politikus Partai Golkar itu viral di media sosial.

Dari video yang beredar terlihat Tajudin Tabri yang masih mengenakan pakaian dinas dan berpeci dengan emosi menyuruh sopir truk bernama Ahmad Misbah melakukan push up. Tidak puas dengan begitu, Tajudin juga menginjak bahu si sopir truk sambil berteriak-teriak. 

Selanjutnya, Tajudin sambil teriak keras menyuruh sopir guling-guling di atas aspal jalan. Karena si sopir masih duduk, dia kemudian mendorong sang sopir truk hingga terjengkang, kemudian berteriak kembali menyuruh guling-guling di atas aspal.

Diduga, kasus ini sebagai buntut kekesalan Tajudin Tabri lantaran beberapa kali truk melintas di jalan tersebut dan merusak portal jalan. Kemudian, kejadian itu berulang saat Ahmad Misbah mengemudikan truk dan melintas di jalan tersebut.

Politikus Golkar itu pun datang ke lokasi dan melancarkan aksi main hakim sendiri. Kasus ini akhirnya dilaporkan Ahmad Misbah dengan dugaan penganiayaan ke Polres Metro Depok pada Jumat (23/9).

Menanggapi aksi main hakim sendiri oleh Wakil Ketua DPRD Depok Tajudin Tabri, Mahfud MD melalui akun Twitternya pun menyatakan tindakan seorang pejabat publik tidak mestinya begitu.

"Waduh, sepertinya tak boleh loh, pimpinan atau anggota DPRD menghukum orang secara fisik di tengah jalan. Bupati atau gubernur pun tak boleh," demikian disampaikan Mahfud MD melalui Twitter @mohmahfudmd, dikutip Minggu (25/9/2022).

Mahfud MD juga mengingatkan setiap pejabat seyogyanya tidak bersikap emosional dalam menghadapi situasi yang ada di masyarakat.

Baca Juga: Viral Es Teh Indonesia dan Gula, Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari? Ahli Gizi Menjelaskan

"Sebaiknya proporsional, tak perlu emosional," pungkasnya. (*)

Load More