/
Senin, 26 September 2022 | 15:32 WIB
Kombes Ade Ary Syam Indradi saat menjadi Kapolresta Tangerang. (Youtube Ade Ary Syam Indradi)

Suara Denpasar – Bila ada sejumlah perwira polisi yang “sial” gara-gara Ferdy Sambo, ada pula yang dapat pulung. Salah satunya Kombes Ade Ary Syam Indradi. Dia diangkat menjadi Kapolres Jaksel gegara ulah Ferdy Sambo yang mengakibatkan Kapolres Jaksel sebelumnya, Kombes Budhi Herdi Susianto dicopot.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo membenarkan diangkatnya Kombes Ade Ary Syam Indradi sebagai kepala Polres Metro Jakarta Selatan.

“Ya betul (Kombes Ade Ary sebagai Kapolres Jaksel),” kata Dedi

Mutasi ini tidak hanya untuk Kombes Ade Ary. Melankan ada beberapa nama lagi. Khusus Kombes Ade Ary menggantikan Kombes Budhi Herdi Susianto yang dicopot karena diduga tidak profesional dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir Joshua di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jaksel, 8 Juli 2022. 

Kombes Budhi dinonaktifkan, kemudian dicopot dari jabatan serta dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri setelah pernyataannya persis sama dengan skenario Ferdy Sambo. Yakni adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi dan tembak-menembak yang menewaskan Brigadir Joshua.

Padahal, skenario itu hanya karangan fiktif Ferdy Sambo untuk menutupi fakta bahwa yang terjadi adalah penembakan satu arah. Juga tidak ada pelecehan seksual di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Saat ini, Budhi Herdi Susianto masuk dalam 35 anggota Polri yang menunggu gilrian untuk menjalani sidang kode etik Polri.

Lantas, siapa sosok Kombes Ade Ary Syam Indradi? Dari penelusuran SuaraDenpasar dari berbagai sumber dan riwayat hidup yang menjadi lampiran di skripsinya, diketahui bahwa Ade Ary merupakan perwira menengah Polri kelahiran Sukabumi, 10 September 1976 dari keluarga TNI dan Polri.

Jauh sebelum menjadi polisi, dia menghabiskan pendidikan umum di Lembang, Bandung, kemudian SMPN di Medan. Dia lulus dari SMA Taruna Nusantara (SMA TN) tahun 1995. Artinya, dia masuk bagai alumni angkatan ketiga atau TN-3

Baca Juga: Anggota Komisi Sidang Etik Kasus Ferdy Sambo Dipromosikan di Posisi Penting Ini

Soal SMA Taruna Nusantara, Kombes Budhi Herdi Susianto juga merupakan kakak tingkat. Kombes Budhi adalah angkatan pertama SMA Taruna Nusantara yang tamat 1993. Kombes Budhi seangkatan di SMA TN dengan Kombes Agus Nurpatria  (Kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri) yang juga disanksi pecat gara-gara Ferdy Sambo.   

Setamat dari SMA TN, Kombes Ade Ary melanjutkan pendidikan di Akpol pada 1995 dan lulus 1998. Kombes Ade Ary tergolong pria yang cerdas dan berprestasi. 

Saat lulus Akpol 1998, dia ranking 2. Walau begitu, secara akademik di Akpol 1998, dia adalah yang terbaik sehingga meraih penghargaan Ati Tanggap (Terbaik Bidang Akademis).

Ketika dia melanjutkan pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Angkatan-40, dia lulus pada 2005 dengan menggondol penghargaan Lulusan Terbaik. Bahkan, Skripsinya di PTIK juga yang terbaik di Angkatan 40. Skripsinya berjudul Praktik Penegakan Hukum Penyalahgunaan Kartu Kredit Menggunakan Internet (Carding): Studi Kasus Penanganan Perkara oleh Polda Jawa Barat pada Tahun 2003.

Ketika dia mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sepmimti) Lemdiklat tahun 2021 lalu, dia juga meraih penghargaan sebagai Penulis Naskah Strategis Perorangan/ Nastrap Terbaik.

Lebih lanjut, dalam catatan Suara Denpasar, Kombes Ade Ary sudah pernah memegang 20 jabatan sebelum menjadi Kapolres Metro Jakarta Selatan. Jabatan yang dia pegang juga terbilang mentereng, bukan kaleng-kaleng. Jabatannya terinterupsi tiga kali karena ikut pendidikan PTIK, Sepmimmen, dan Sepmimti.

Bahkan, mantan Kapolres Karawang yang memiliki slogan "be a good cop" (menjadi polisi yang baik) itu pernah memegang empat kali sebagai Kapolsek. Juga empat kali memegang tongkat komando sebagai Kapolres atau Kapolresta sebelum jadi Kapolres Metro Jaksel. 

"Jadi polisi itu adalah sebuah pilihan. Setiap detik dan langkah petugas kepolisian itu bernilai ibadah yang sangat tinggi," kata Ade Ary dikutip dari Youtube Humas Polres Karawang.

Ia mencontohkan bagaimana profesi polisi adalah ibadah. Yakni seorang Polantas telah memberi rasa aman dan melancarkan perjalanan banyak orang, juga seorang polisi yang membantu atau melayani masyarakat yang kehilangan harta bendanya. Begitu polisi yang membantu korban kejahatan, itu juga ibadah karena mereka orang yang sedang kesusahan.

"Ini menjadi semangat kita, bahwa yang sudah memilih menjadi polisi harus menjadi polisi yang baik," kata Ade Ary yang saat itu masih berpangkat AKBP. 

Saat menjadi Kapolres, dia tak sungkan turun langsung di tengah masyarakat. Seperti ikut mengatur lalu lintas, bahkan mendorong mobil warga yang mogok. 

Di luar itu, dia menjabat di bidang reskrim dari kelas Polsek, Polda, hingga Mabes Polri. 

Yang hebat lagi, dia juga pernah menjadi Sekpri Kapolri di tiga zaman. Dari era Jenderal Timur Pradopo, Jenderal Sutarman, hingga Jenderal Badrodin Haiti.

Dilihat dari wilayah hukum yang pernah dia jelajahi, Kombes Ade Ary juga punya pengalaman yang cukup kaya. Tidak seperti Ferdy Sambo yang hanya pernah bertugas di lingkup Jawa. Bahkan, Ferdy Sambo hanya berputar-putar dari wilayah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, dan Polda Jawa Tengah,serta di Mabes Polri. Tidak pernah keluar dari wilayah Polda itu.

Sedangkan Kombes Ade Ary, dia pernah bertugas di wilayah hukum Polda Jawa Timur, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Barat, Polda DIY, dan sisanya di Mabes Polri.

Saat lulus Akpol 1998, dia merupakan peringkat ke-2 dan meriah penghargaan terbaik bidang akademis. Tidak itu saja, dia juga lulusan terbaik PTIK 2005.

Ade Ary berpengalaman dalam bidang reserse. Bahkan cukup komplet. Dari pidana umum sampai khusus. Dari kejahatan umum di reskrim, maupun kejahatan khusus seperti korupsi, perbankan, hingga narkotika.

Dia mengawali karier kepolisian pada 1999 sebagai Pamapta A Polres Gresik. Hanya setahun saja, dia sudah menjadi Kapolsek Panceng pada 2000, kemudian menjadi Kapolsek Bungah (2000-2002), dan Kapolsek Sedati (2002-2003). Kala jadi Kapolsek, Pangkatnya masih Ipda, kemudian Iptu pada 2002.

Ade Ary baru meraih pangkat AKP pada 2005 setelah tamat dari PTIK dan meraih sarjana ilmu kepolisian atau S.I.K.

Selengkapnya, mengenai profil, karier, dan prestasi yang pernah diraih Kombes Ade Ary terangkum sebagai berikut:

Nama: Ade Ary Syam Indradi

Tempat, Tanggal Lahir: Sukabumi, 10 Septeber 1976

Orang Tua: Sony Swasono (ayah), Itje Heriwati (ibu)

Istri: Amalia Christie

Pendidikan Umum:

- SDN Kayuambon 1, Lembang, Bandung (1989)

- SMPN 1 Medan (1992)

- SMA Taruna Nusantara (1995)

Pendidikan Kepolisian:

- Akpol (1998): Peringkat ke-2 dan Penghargaan Terbaik bidang Akademis

- PTIK Dikreg-40 (2005): Lulusan terbaik dan skripsi terbaik

- Sespimmen Dikreg-52 (2012)

- Sespimti Dikreg-30 (2021): Penghargaan Penulis Naskah Strategis Perorangan/ Nastrap Terbaik.

Penugasan Luar Negeri:

- ILEA Bangkok - Crime Scene Investigation, Thailand (2006)

- ILEA Roswell - Advanced Management Course, Amerika Serikat, (2008)

- Intelectual Property Rights Seminar, Brunei Darussalam (2010)

- JICA Executive - Community Policing, Jepang (2010)

- BNPT Counter Terrorism, Turki (2017)

Riwayat Jabatan

1.      Pamapta Polres Gresik (1999)

2.      Kapolsek Panceng, Gresik (1999)

3.      Kapolsek Bungah, Gresik (2000)

4.      Kapolsek Sedati, Sidoarjo (2002)

5.      Panit Dit Narkoba Polda Metro Jaya (2005)

6.      Panit Resmob Sat Reskrim Restro Jakarta Utara Polda Metro Jaya (2005)

7.      Kapolsekta Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya (2005)

8.      Kasat Reskrim Polres Tangerang Kabupaten Polda Metro Jaya (2007)

9.      Panit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2008)

10.  Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Polda Metro Jaya (2010)

11.  Sespripim Kapolda Metro Jaya (2011)

12.  Kanit Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri (2012)

13.  Kasubbag Bungkol Kapolri - Spripim Polri (2013)

14.  Kapolres Cimahi (2015)

15.  Kapolres Karawang (2017)

16.  Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2017)

17.  Kapolresta Pontianak (2019)

18.  Kapolresta Tangerang (2019)

19.  Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2020)

20.  Dirreskrimum Polda DIY (2021)

21.  Kabag Anev Robinopsnal Bareskrim Polri (2022)

22.  Kapolres Metro Jakarta Selatan (2022)

Demikian sosok Kombes Ade Ary Syam Indradi yang kini menjadi Kapolres Metro Jakarta Selatan menggantikan Kombes Budhi Herdi Susianto. (berbagai sumber)

Load More