/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:58 WIB
kesaksian tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 versi suporter Arema FC selamat. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Suara Denpasar - Salah satu suporter Arema FC yang selamat dari tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 memberikan kesaksian.

Ia menuliskan di akun twitter @LIBRA_12 dan menjelaskan gamblang dari saat pemain pemanasan hingga tragedi berlangsung.

Diketahui, Arema FC menjamu Persebaya Surabaya di kanjuruhan Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam.

"Dari awal saya masuk stadion (kondisi pemain sedang pemanasan) semua berjalan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00," tulisnya.

Kick off dimulai dan pertandingan berjalan aman, tanpa kericuhan sedikitpun.

"Yang ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain persebaya," ungkapnya.

Babak pertama selesai, dan saat jeda istirahat, ada sekitar 2-3 kali kericuhan sedikit di tribun 12-13, yang bisa segera diamankan oleh pihak berwenang.

"Babak ke-2 berlanjut dan tim persebaya berhasil mencetak gol nya yang ke-3," ucapnya.

Arema FC semakin tampil menyerang menggempur gawang Persebaya, tapi tidak ada gol yang tercipta

Baca Juga: Beruntung! Daftar Lelaki Lokal dan Bule "Ena-Ena" dengan Nyai Nikita Mirzani

"Semakin banyak serangan, semakin gemas juga kita sebagai supporter menontonnya," katanya.

Hingga peluit akhir dibunyikan, Arema FC tidak bisa menambah golnya, dan harus menerima kekalahan.

"Di sinilah awal mula tragedi dimulai," pungkasnya.***

Load More