Suara Denpasar - Bungsu dari sembilan bersaudara, buah hati pasangan Sahlin Ahmad Suryana dan Karsiti itu selalu ingat petuah kedua orang tuanya agar menjadi manusia bermanfaat dan menjaga tradisi memberi.
Dedi Mulyadi, mantan bupati Purwakarta tersebut menceritakan pahit getir hidupnya saat sekolah dan awal mulai bekerja.
Sambil ngucek baju di kamar mandi. Anggota DPR RI berkisah bahwa saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) sudah terbiasa puasa.
Dan, ketika SMA dia banyak tirakat dan puasa Senin - Kamis, tujuh hari, 40 hari. "Saya terus menjalani hidup dengan keprihatinan semua rangkaian itu saya jalani.
Dan saya selalu berkeyakinan suatu saat apa yang saya lewati akan mencapai puncaknya," aku dia dalam kanal YouTube@Kang Dedi Channel.
Paling menyedihkan dan masih dia ingat sampai sekarang adalah tak lulus masuk Akabri dan Secaba karena badannya kurang gizi alias terlalu kurus.
Namun, semangatnya tak padam dan akhirnya lulus di PTN di Bandung. Tapi, kesempatan itu tidak diambil karena takut memberatkan orang tuanya karena harus tinggal di Kota Kembang.
Akhirnya dia memilih tinggal di kontrakan sang kakak. Kontrakan sederhana dan bahkan nyaris roboh. Kang Dedi terbiasa tidur di lantai tanpa alas apa pun.
Kondisi prihatin terus dia jalani. Sang kakak hanya mendapat penghasilan Rp 10 ribu. Dan suatu saat itu dibelikan nangka mentah untuk dibuat gudeg. Gudeg pun menjadi laun selama seminggu.
Baca Juga: Baim Wong KDRT Istrinya Seperti Rizky Billar ke Lesti Kejora, Nikita Mirzani Marah-marah
Singkat kata, dua tahun kemudian. Akhirnya Kang Dedi kuliah di STH Purwakarta. Dari kontrakan sang kakak ke kampus, dia selalu jalan kaki karena tidak ada ongkos.
Dan, sepulangnya selalu ditraktir bakso oleh kenalannya di Pengadilan Agama. Suatu saat Kang Dedi diberikan modal dan membuka usaha gorengan di koperasi kampus.
“Saya mulai aktif dan mendirikan HMI dan menjadi ketua cabang Purwakarta," jelas pria yang lulus kuliah, tapi tak ikut wisuda tersebut. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Promo Indomaret hingga 13 Mei 2026, Pepsodent dan Indomilk Lebih Hemat
-
Cara BRI Dukung UMKM Lokal Menjadi Usaha Ekspor Kelas Dunia
-
Mengenal Weekend Warrior, Tren Olahraga Intens di Akhir Pekan yang Bisa Picu Cedera
-
Kiai Ashari Pati TSK Kasus Pelecehan Tak Punya Kamar Tetap, Diduga Jadi Strategi Dekati Santriwati
-
Honda Resmikan Pabrik Baru di Turki, Ada Apa di Baliknya?
-
Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU
-
Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung
-
Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
-
Sinopsis Nameless, Film Action Thriller Jepang yang Dibintangi Jiro Sato
-
Lonceng Terakhir di Ruang Kelas