Suara Denpasar – Nyai Nikita Mirzani mengaku sedih dengan Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan jiwa. Bahkan, dia mengaku gak makan karena anak menjadi korban meninggal pascapertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Hal itu disampaikan Nyai Nikita Mirzani dalam unggahan melalui video. Dalam Youtube Mommi Cantik, terlihat Nikita Mirzani mengenakan pakaian piyama warna putih. Dia duduk di depan meja sambil makan, mungkin sarapan.
Sebelum menyatakan sedih hingga gak makan karena anak jadi korban Tragedi Kanjuruhan, Nikmir, sapaan Nikita Mirzani pun menyatakan jangan menyalahkan polisi. Dia menganggap bahwa kasus bermula adanya supporter yang masuk lapangan setelah pertandingan selesai.
Nikmir berdalih jumlah polisi yang menjaga pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya tak sebanding dengan jumlah supporter yang datang. Diperkirakan ada sekitar 45 ribu lebih, termasuk dari kalangan anak-anak.
“Nah gue bingungnya, lu mau nonton bola kenapa lu bawa anak kecil. Kenapa, kenapa, ih gue sedih banget gue kalau lihat anak kecil meninggal begitu, gue sedih banget,” kata Nikita Mirzani.
Setelah itu, Nyai Nikita pun mengaku setelah melihat anak jadi korban Tragedi di Satdion Kanjuruhan, Malang, dia menjadi tak enak makan. Dia mengaku sedih melihat kondisi seperti itu.
“Gue dari kemarin gak makan, ya gara-gara ngeliatin Tiktok seliweran tuh anak kecil meninggal yang dibawa anaknya. Yang dibawa bapaknya, yang hidup cuma bapaknya, anaknya meninggal. Ada anak yang selamat, tapi orang tuanya meninggal,” papar dia.
Dia justru mempertanyakan mengapa anak-anak diajak ikut dalam laga Liga 1 yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya. Yang menurut Nikita Mirzani ujungnya sering terjadi keributan.
“Kenapa dibawa anak-anak. Ngapain lu bawa anak kecil. Udah tahu pasti ujung-ujungnya ribut. Kenapa, sekarang banyak anak kecil meninggal. Asli. Gila. Sampai jadi berita dunia loh,” paparnya sambil mengunyah makanan.
Sebelumnya, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar menjelaskan, berdasarkan data yang dikumpulkan ada 17 anak yang meninggal dan tujuh anak menderita luka-luka.
"Data yang masuk, 17 anak meninggal dan tujuh dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah," kata Nahar, Minggu (2/10/2022), dikutip dari Suara.com.
Anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi ini kebanyakan berusia antara 12 tahun hingga 17 tahun. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyebutkan jumlah korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang sebanyak 125 orang. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Minta Jangan Salahkan Polisi terkait Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Orang
-
Gercep! Kru Najwa Shihab Bikin Investigasi Tragedi Kanjuruhan Malang
-
Belum Usai Polemik dengan Najwa Shihab, Kini Nikita Mirzani Senggol Baim Paula: Penjarain Aja Pak!
-
Saat Ketua PSSI Iwan Bule Ucap Hadirin yang Berbahagia di Konpers Tragedi Kanjuruhan Malang, Berujung Desakan Mundur
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
7 HP Tahan Air Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp2 Jutaan
-
Kelakuan Absurd Njan Anak Ketiga Sule, Suruh Nenek Rajin Salat hingga Guling-Guling
-
Guru Honorer Gugat MK, DPR: Sampai Hari Ini Belum Terbukti MBG Pakai Anggaran Pendidikan
-
Berulang Tahun, Data Tunggal DTSEN Genap 1 Tahun
-
50 Kode Redeem FF 20 Februari 2026, Klaim Diamond di Event Berburu Berkah
-
DPR Tegaskan THR Wajib Dibayar Paling Lambat Dua Minggu Sebelum Hari Raya
-
Siswa SMP yang Diduga Lempar Bom Molotov di Kubu Raya Tetap Difasilitasi Ikuti Ujian Akhir
-
Di Balik Ramainya Istiqlal: Kisah Petugas yang Berpuasa Sambil Bertugas 12 Jam
-
Teddy Pardiyana Ikhlas Anak Diadopsi Keluarga Sule, Syaratnya Cuma Satu
-
Comeback ke JIS, Gelandang Brasil Ingin Lanjutkan Tren Positif Persija