/
Senin, 03 Oktober 2022 | 13:10 WIB
Nikita Mirzani ngaku sampai gak makan karena anak jadi korban meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang. (Youtube Mommi Cantik)

Suara Denpasar – Nyai Nikita Mirzani mengaku sedih dengan Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan jiwa. Bahkan, dia mengaku gak makan karena anak menjadi korban meninggal pascapertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Hal itu disampaikan Nyai Nikita Mirzani dalam unggahan melalui video. Dalam Youtube Mommi Cantik, terlihat Nikita Mirzani mengenakan pakaian piyama warna putih. Dia duduk di depan meja sambil makan, mungkin sarapan.

Sebelum menyatakan sedih hingga gak makan karena anak jadi korban Tragedi Kanjuruhan, Nikmir, sapaan Nikita Mirzani pun menyatakan jangan menyalahkan polisi. Dia menganggap bahwa kasus bermula adanya supporter yang masuk lapangan setelah pertandingan selesai.

Nikmir berdalih jumlah polisi yang menjaga pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya tak sebanding dengan jumlah supporter yang datang. Diperkirakan ada sekitar 45 ribu lebih, termasuk dari kalangan anak-anak.

“Nah gue bingungnya, lu mau nonton bola kenapa lu bawa anak kecil. Kenapa, kenapa, ih gue sedih banget gue kalau lihat anak kecil meninggal begitu, gue sedih banget,” kata Nikita Mirzani.

Setelah itu, Nyai Nikita pun mengaku setelah melihat anak jadi korban Tragedi di Satdion Kanjuruhan, Malang, dia menjadi tak enak makan. Dia mengaku sedih melihat kondisi seperti itu.

“Gue dari kemarin gak makan, ya gara-gara ngeliatin Tiktok seliweran tuh anak kecil meninggal yang dibawa anaknya. Yang dibawa bapaknya, yang hidup cuma bapaknya, anaknya meninggal. Ada anak yang selamat, tapi orang tuanya meninggal,” papar dia.

Dia justru mempertanyakan mengapa anak-anak diajak ikut dalam laga Liga 1 yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya. Yang menurut Nikita Mirzani ujungnya sering terjadi keributan.

“Kenapa dibawa anak-anak. Ngapain lu bawa anak kecil. Udah tahu pasti ujung-ujungnya ribut. Kenapa, sekarang banyak anak kecil meninggal. Asli. Gila. Sampai jadi berita dunia loh,” paparnya sambil mengunyah makanan.

Baca Juga: Duit Loe Kurang? Kata Nikita Mirzani Serang Baim Wong dan Paula Prank Polisi Soal KDRT, Najwa Shihab Kena Sasaran

Sebelumnya, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar menjelaskan, berdasarkan data yang dikumpulkan ada 17 anak yang meninggal dan tujuh anak menderita luka-luka.

"Data yang masuk, 17 anak meninggal dan tujuh dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah," kata Nahar, Minggu (2/10/2022), dikutip dari Suara.com.

Anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi ini kebanyakan berusia antara 12 tahun hingga 17 tahun. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyebutkan jumlah korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang sebanyak 125 orang. (*)

Load More