- Wakil Ketua Komisi X DPR RI menghormati gugatan guru honorer ke MK terkait pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Menurut Komisi X, program MBG dikelola oleh Badan Gizi Nasional dan belum terbukti memakai anggaran pendidikan.
- Komisi X mendorong alokasi anggaran pendidikan yang besar digunakan untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menanggapi langkah sejumlah guru honorer yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gugatan tersebut diajukan karena adanya kekhawatiran anggaran pendidikan akan tergerus demi mendanai program tersebut.
Lalu menyatakan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menempuh upaya hukum.
Namun demikian, ia meluruskan informasi mengenai sumber pendanaan program MBG yang selama ini menjadi kekhawatiran para tenaga pendidik.
"Terkait gugatan itu kami Komisi X sangat menghargai. Yaitu upaya hukum yang dilakukan masyarakat, kami menghormati. Tetapi perlu juga dicatat bahwa MBG sampai dengan hari ini tidak terbukti, atau belum terbukti memakai anggaran pendidikan," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa sejauh ini program MBG dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang memiliki alokasi anggaran tersendiri.
Berdasarkan temuan Komisi X, hingga saat ini belum ditemukan adanya dana pendidikan yang dialihkan untuk program tersebut.
"MBG yang sudah berjalan hari ini ternyata tidak menggunakan anggaran pendidikan. Kami di Komisi X belum menemukan anggaran pendidikan digunakan untuk MBG. Sampai hari ini belum terbukti MBG mengambil satu rupiah pun dari anggaran pendidikan," tegasnya.
Justru dengan besarnya anggaran pendidikan, Lalu mendorong pemerintah untuk fokus pada peningkatan kesejahteraan guru, bukan malah memangkasnya.
Baca Juga: DPR Tegaskan THR Wajib Dibayar Paling Lambat Dua Minggu Sebelum Hari Raya
Ia membantah narasi yang menyebut rendahnya kesejahteraan guru disebabkan oleh pengalihan dana ke program MBG.
"Kalau ada yang mengatakan bahwa guru kurang sejahtera karena pakai anggaran pendidikan diambil oleh MBG, itu tidak benar. Nah, karena kami ternyata sudah tahu 'Oh enggak benar', maka anggaran yang besar ini selipkan untuk kesejahteraan guru. Itu yang sedang kita dorong," tambahnya.
Terkait kekhawatiran beban biaya MBG yang sangat besar di masa depan, Lalu meyakini Presiden beserta jajaran menteri terkait telah melakukan perhitungan secara matang.
Ia optimistis program prioritas tersebut tidak akan mengganggu pos anggaran pendidikan nasional.
"Kami meyakini tidak akan mengganggu anggaran pendidikan. Nah, terkait objeknya adalah siswa yang notabene merupakan ekosistem pendidikan, ya itu lain hal. Nah ternyata BGN sudah memiliki anggaran sendiri," pungkasnya.
Sebelumnya, gugatan ke MK ini diinisiasi oleh dosen Rega Felix dan guru honorer Reza Sudrajat. Keduanya mempersoalkan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2026 yang dinilai “bocor” untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data menunjukkan, dari total anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun, sebanyak Rp223 triliun disebut terserap untuk program MBG.
Kondisi inilah yang memicu kekhawatiran para pendidik terhadap potensi berkurangnya porsi anggaran bagi kesejahteraan guru dan fasilitas pendidikan murni.
Berita Terkait
-
DPR Tegaskan THR Wajib Dibayar Paling Lambat Dua Minggu Sebelum Hari Raya
-
Buka-bukaan Soal Revisi UU KPK 2019, Legislator DPR Ini Bongkar Nama-nama Inisiator di Senayan
-
Komisi X DPR: Kesejahteraan Guru Harus Sejalan dengan Beban dan Tanggung Jawab
-
Klarifikasi Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk Makan Bergizi Gratis
-
Takut Bernasib Sama dengan Sri Mulyani, Purbaya Langsung Buru-buru Klarifikasi soal Guru Honorer
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan