/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 13:51 WIB
Proyek PKB (Istimewa)

Suara Denpasar - Kontraktor lokal Bali menyambut gembira dengan dibatalkannya tender dengan izin spesialis SP 004 dalam pematangan lahan Pusat Kesenian Bali (PKB) di Klungkung tahap 3 Bidang Cipta Karya karena yang termuat dalam website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Otomatis semua tender yang termaktub dalam SP 004 otomatis batal.

Atas pembatalan tersebut, kontraktor lokal Bali merasa aspirasi mereka sudah didengar pemerintah dengan adanya tender ulang. "Sudah diumumkan ulang," kata Ketua Asosiasi Konstruksi Nasional (AKN) Bali Made Suberjaya kepada wartawan denpasar.suara.com, Selasa 4 Oktober 2022.

Tender ulang tersebut memberikan waktu bagi kontraktor lokal untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti proses lanjutan.

Terkait tender ulang itu juga sempat diungkapkan Suberjaya saat bertemu dengan Gubenur Bali I Wayan Koster belum lama ini.

Kata dia, kepada Koster ada baiknya memang dilakukan tender ulang menyusul protes kontraktor lokal, di banding ke depan malah akan menjadi persoalan baru.

"Tender ulang adalah saran dan solusi terbaik," ujarnya. "Kami juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Gubernur Koster karena membawa proyek besar ke Bali dan anggota kami kontraktor lokal bisa kecipratan," paparnya.

Dia berharap tender ulang akan berjalan transparan dan ke depan pihak pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada kontraktor lokal.

Ambil contoh dalam kasus tender tahap 3 Bidang Cipta Karya dengan spesialisasi m SP 004 otomatis kontraktor lokal tidak bisa masuk dalam tender tersebut.

"Tender diperhatikan juga sub sub yang kira-kira kontraktor lokal Bali bisa masuk," saran dia yang dalam waktu dekat ini akan melakukan audensi dengan Gubernur Bali.

Baca Juga: Valentino Jebret Menangis di Depan Deddy Corbuzier: Shock Kaya Kena Mental

Sementara itu Kabid Cipta Karya di Dinas PU Provinsi Bali, Eka Jawana selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) saat dihubungi beberapa kali melalui sambungan WhatsApp belum bisa menjawab, bahkan wartawan Suara Denpasar sempat mengirimkan pesan WhatsApp pun juga tidak di balas***

Load More