Suara Denpasar- Kapolda Jatim dituntut untuk mundur atau dicopot dari jabatannya pasca tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 suporter tersebut.
Tuntutan pencopotan Kapolda Jatim ini semakin menguat pasca banyaknya dokumentasi berupa video serta kesaksian dari para korban selamat jika ada gas air mata yang ditembakkan ke arah suporter.
Gas air mata ini yang dianggap sebagai penyebab kepanikan sehingga terjadi penumpukan di pintu keluar stadion.
Karena hal itulah menurut mahasiswa kepolisian harus bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan Malang tersebut.
Kali ini desakan datang dari ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Mereka turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Jawa Timur, pada Rabu (5/10).
"Kami menuntut Polri mencopot Kapolda Jatim dari jabatannya. Kapolda Jatim harus tanggung jawab atas meninggalnya ratusan orang," kata koordinator aksi, Husni Nurin.
Kapolda dianggap sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi paling kelam di pesepakbolaan dunia ini.
Permintaan maaf saja dirasa tidak cukup bagi publik sebagai bentuk tanggung jawab aparat kepolisian yang dianggap menyebabkan lebih dari 100 suporter meninggal dunia ini.
Baca Juga: Kronologi Kengerian di Pintu 13 Kanjuruhan Malang, Kesaksian Aremania
Kasubdit Sosbud Intelkam Polda Jatim, AKBP Agus Prasetyo mengatakan memahami apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa.
"Kami memahami apa yang disampaikan adalah baik. Oleh karena itu kami akan menyampaikan kepada Kapolda melalui Direktur Intelkam Polda Jatim," katanya. (ANTARA) ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring