Suara Denpasar - Viral adanya video yang merekam suasana lorong stadion Kanjuruhan Malang yang dalam kondisi penuh sesak oleh suporter.
Namun dalam kondisi itu justru gerbang stadion di sektor ini diduga malah terkunci sehingga menyebabkan banyak penumpukan.
Kondisi penuh sesak ditambah lagi dengan gas air mata membuat suasana mencekam.
Tragedi ini kemudian menyebabkan 131 orang meninggal dunia.
Pengunggah video ini berinisial KV yang kabarnya sempat viral karena disebut diculik intel.
Belakangan beredar kabar juga kalau si KV itu bukan diculik, melainkan dimintai keterangan oleh kepolisian terkait video yang pertama ia unggah tersebut.
Video yang di unggah ini menampilkan suasana bagaimana kondisi di balik tragedi tersebut.
Video pendek ini kemudian viral dan dibagikan di berbagai lini masa media sosial.
Kini Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendampingi KV lantaran yang bersangkutan ternyata diperiksa hingga di BAP selama dua jam oleh petugas.
Baca Juga: Terungkap Alasan Tim Mata Najwa Undang Dadang Aremania, Ternyata
Namun demikian ada prosedur yang tidak dijalani oleh aparat saat menjemput KV.
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengaku mendatangi Satreskrim Polres Malang, Jumat (7/10/2022) siang tadi.
Edwin juga kemudian menjelaskan kronologis KV dijemput Polisi pada Senin 3 Oktober 2022 pada siang hari. Kelvin kemudian dibawa ke Polres Malang.
"Dia dijemput Intel Polisi, kemudian dibawa dan diperiksa, juga dilakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Edwin dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
KV kemudian dimintai keterangan dan di BAP untuk perkara di Pasal 359 dan 360 yang menyeret 6 orang tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan.
"Dia dijemput Intel dan diperiksa. Tidak dilakukan penahanan, hari itu juga Kevin dipulangkan lagi," tutur Edwin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Untuk Pertama Kali Sejak 20 Tahun Lalu, Lionel Messi Harus Rasakan Hal Ini
-
Tua-tua Keladi! Luka Modric Cetak Rekor Fenomenal di Piala Dunia
-
Neymar Hamburkan Rp17 Miliar di Piala Dunia 2026, Beli Jam Mewah di New York
-
3 Rekomendasi HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten, Budget Terbatas Hasil Berkualitas
-
Review Welcome to the Jungle: Kekacauan di Hutan yang Penuh Lelucon Absurd!
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Tak Mampu Cetak Gol, Portugal Gagal Menang Cristiano Ronaldo Ucap Dua Kata
-
Comeback Dramatis Kongo Kalahkan Uzbekistan 3-1 dan Cetak Sejarah Lolos Fase Gugur