- Malaria knowlesi menular dari monyet ke manusia melalui nyamuk anopheles akibat meningkatnya deforestasi dan alih fungsi lahan.
- Pekerja di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan memiliki risiko tertinggi terpapar parasit ini di area hutan tersebut.
- Pemerintah perlu meningkatkan surveilans terintegrasi serta kerja sama lintas sektor untuk mencapai target eliminasi malaria tahun 2030.
Suara.com - Ancaman malaria knowlesi mulai menjadi sorotan di tengah meningkatnya risiko penyakit zoonotik di Indonesia.
Penyakit yang ditularkan dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk hutan itu dinilai makin berisiko seiring meluasnya deforestasi dan alih fungsi lahan.
Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, mengingatkan masyarakat yang tinggal atau bekerja di kawasan hutan, perkebunan, hingga tambang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.
Malaria knowlesi merupakan malaria zoonotik yang disebabkan parasit plasmodium knowlesi, yang secara alami menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk. Penularannya terjadi melalui nyamuk anopheles kelompok leucosphyrus yang hidup di kawasan hutan.
“Nyamuk lah yang bersirkulasi atau beridistribusi di daerah hutan dan pinggir hutan. Setelah menggigit kera yang terinfeksi, nyamuk berisiko menggigit individu yang berjalan di dalam atau pinggiran hutan,” kata Inke dalam jumpa media daring, Rabu (15/5/2026).
Menurut Inke, perubahan lingkungan menjadi faktor penting meningkatnya risiko penularan. Alih fungsi lahan membuat manusia semakin sering bersinggungan langsung dengan habitat satwa liar pembawa parasit.
“Karena terjadi alih fungsi lahan, manusia masuk ke habitat yang baru dan berbagi ruang dengan monyet,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerja sektor kehutanan, perkebunan, hingga pertambangan menjadi kelompok dengan risiko tertinggi terpapar malaria knowlesi karena intensitas aktivitas mereka di area hutan.
Selain deforestasi, Inke menyebut perubahan iklim, meningkatnya pemeriksaan molekuler, serta perubahan perilaku hewan juga turut memengaruhi munculnya kasus penyakit tersebut.
Baca Juga: Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?
Kasus malaria knowlesi sendiri tercatat muncul di Kabupaten Aceh Jaya dengan 30 kasus pada April 2026. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh juga mencatat empat kasus serupa di Aceh Barat pada April 2019.
Inke menilai tantangan terbesar Indonesia menuju target eliminasi malaria 2030 bukan hanya menekan malaria pada manusia, tetapi juga mengendalikan penularan yang berasal dari hewan.
Ia menyoroti belum terintegrasinya data surveilans manusia, satwa, dan vektor nyamuk di Indonesia. Selain itu, akses pemeriksaan PCR dan pelatihan tenaga kesehatan di daerah rawan juga masih terbatas.
“Kita juga butuh data monyet atau beruk ada di daerah mana. Kita juga butuh data, apakah nyamuk jenis leucosphyrus ada atau tidak,” ucapnya.
Karena itu, Inke menegaskan penanganan malaria knowlesi membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari kesehatan hingga lingkungan hidup, untuk menekan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.
“Perlu kerjasama lintas sektor, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian lain, untuk mengurangi risiko penularan zoonotik dari hewan ke manusia dengan adanya perubahan di lingkungan kita,” pungkasnya.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno