/
Senin, 10 Oktober 2022 | 16:51 WIB
Semua Personel Kepolisian di Malang Bersujud Mohon Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan Setelah 10 Hari Berlalu (dok)

Suara Denpasar- Unggahan akun twitter Polresta Malang mendapatkan berbagai respon atas apa yang dilakukan oleh kepolisian.

Dalam akun tersebut diunggah foto puluhan bahkan lebih anggota kepolisian yang tengah bersujud.

Mereka tengah bersujud di sebuah tanah yang lapang pada Senin (10/10) pagi.

Dalam foto ini ada caption yang intinya memohon maaf kepada para Aremania dan Aremanita.

Mereka juga memohon maaf sambil bersujud atas apa yang terjadi pada 1 Oktober 2022 kepada keluarga korban.

Mereka juga berdoa agar situasi yang memanas dalam 10 hari terakhir ini bisa segera pulih. 

"Mohon ampun kami kepada-Mu ya Rabb atas peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober silam," tulis pihak Polresta Malang Kota melalui akun Twitternya pada Senin (10/10/2022) dari laman suara.com.

"Tak lupa permohonan maaf juga kami haturkan kepada korban dan keluarganya beserta Aremania Aremanita. Kabulkan doa kami, ya Rabb," imbuhnya.

Pada unggahannya akun Twitter @polrestamakota juga menyematkan foto jajaran kepolisian Polresta Malang Kota yang bersujud di halaman kantor mereka.

Baca Juga: Kapan Jadwal BRI Liga 1 Terbaru usai Tragedi Kanjuruhan Malang?

Aksi sujud massal itu dipimpin oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto dan personel saat apel pagi di halaman Polresta Malang Kota, Senin (10/10/2022).

Cuitan tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet. 

Kendati sudah bersujud, banyak warganet yang menyayangkan keterlambatan permohonan maaf yang baru disampaikan 10 hari setelah kejadian.

Tragedi Kanjuruhan Malang ini telah menyita perhatian dunia atas apa yang terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Tercatat ada 131 orang meninggal dunia dalam tragedi Sabtu malam hingga Minggu dini hari tersebut.

Gas air mata tembakan dari kepolisian diduga atau dianggap sebagai pemicu paniknya suporter hingga akhirnya berdesak-desakan di pintu keluar.

Load More