Suara Denpasar - Jelang pemilu 2024 kasus ijazah palsu Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi kembali menyeruak.
Menurut analisa Hendro Firlesso ada benang merah dari gerakan mengungkit dugaan ijazah palsu itu yang diduga melibatkan residivis, organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Nasdrun, sampai Anies Baswedan.
Kok bisa? Dalam kanal youtubenya, analisa Hendro Firlesso mengatakan seorang residivis atau pernah dihukum menjadi penyebar awal kasus ini.
"Katanya dia penerbit dan membuat buku. Tak jelas bukunya, bukunya Jokowi Undercover, Undercover Jokowi. Isinya adalah hoax semua dan dia melaporkan Pak Jokowi," kata Firlesso dalam kanal Youtubenya seperti dikutip denpasar.suara.com, Kamis (13/10/2022).
Penerbit atau pembuat buku yang menggugat ijazah presiden dari SD, SMP, dan SMA karena diduga palsu dalam Pilpres 2019 itu adalah Bambang Tri Mulyono "Jokowi Undercover".
Pria kelahiran Blora itu pernah dipenjara selama tiga tahun karena menulis buku tersebut. Dia kembali melaporkan kasus dugaan pemalsuan ijazah ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Dia dibantu oleh seorang pengacara karena terus diserang netizen. Pengacara itu bernama Ahmad Khozinudin dan orangnya sudah terkenal tokoh HTI," paparnya.
Versi Firlesso, Khozinudin ini pernah berpidato di depan Kantor Menkopolkumham, saat itu dia meminta HTI diseminarkan dan kalau bisa diterapkan dalam pemerintahan Republik Indonesia.
Lanjutnya, Khozinudin juga wajahnya tampak dalam kasus Jin Buang Anak yang membuat marah warga Kalimantan.
Atas menyeruaknya kabar dugaan ijazah palsu yang digunakan untuk menyerang Jokowi. Massa pendukungnya juga mendesak agar Tri Mulyono ditangkap.
Dia juga menilai gerakan geng Tri Mulyono yang di dalamnya ada Egi Sujana bertujuan agar Jokowi lengser sebelum 2024.
"Apakah ini ada benang merahnya dengan Anies Baswedan? Dengan Nasdrun? Karena bapak Jokowi ini dominan dan menjadi sentral dalam penentuan calon presiden 2024," terang dia.
"HTI mulai bersuara lagi. Siapa HTI? Kita tahu semua. HTI itu di Arab Saudi sudah di hukum mati, di negara-negara Islam itu tidak laku HTI, HTI itu dianggap teroris," paparnya panjang lebar.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Tak Bayar Fee Paranormal: Padahal Sudah Sukses Dijadikan Gubernur DKI dan Dua Kali Jadi Presiden
-
Anies Baswedan Bantu Umat Hindu di Jakarta, Netizen: Niluh Djelantik Mana, Masih Bilang Intoleran?
-
Parpol Sudah Nafsu Deklarasikan Capres, Fahri Hamzah Sebut Mulai Ada Polarisasi, Mungkinkah Ada Kecebong vs Kampret Jilid II?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya