/
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 09:43 WIB
Teddy Minahasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Heboh kasus narkoba yang membelit Irjen Pol Teddy Minahasa membuat institusi Polri citranya makin terpuruk pasca kasus Irjen Ferdy Sambo.

Beredar pesan berantai ada delapan Kapolda yang hasil test urinenya positif mengandung amphetamine yang biasanya terkandung dalam sabu-sabu.

“Hari ini kan semua kapolda dikumpulin di istana. Terus, sebelum ke istana dites covid dan lain-lain termasuk narkoba. Ada delapan kapolda positif amphetamine,” demikian isi pesan berantai yang diterima wartawan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kabar itu hoax dan menepis kabar burung terkait delapan Kapolda sebelum ke Istana Negara tersebut.

Dia juga sudah menghubungi Sekretaris Pimpinan (Spripim) Polri. “Enggak ada info dari mana? sudah saya tanyakan ke spripim,” jawabnya seperti dikutip denpasar.suara.com dari Antara.

Penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa oleh Divisi Propam Polri ini kembali membuat heboh publik tanah air.

Mengingat, Kapolda paling kaya itu dalam waktu dekat ini akan mendapat tugas baru sebagai Kapolda Jawa Timur.

Ia menggantikan Irjen Pol Nico Afinta yang dimutasi sebagai Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya. Mutasi Irjen Nico tertuang dalam surat telegram Kapolri dengan nomor: ST/2134/X/KEP/2022 yang diterbitkan Senin, tanggal 10 Oktober.

"Setelah ini nanti kami akan rilis masalah TM (Teddy Minahasa). Ini merupakan bagian komitemen kami untuk menindak tegas masalah hal-hal yang disampaikan Pak Presiden terkait judi online, narkoba dan komitmen kami melakukan bersih-bersih di institusi Polri," demikian kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kala itu. ***

Baca Juga: Susul Ferdy Sambo, Irjen Teddy Minahasa Terancam Pecat

Load More