Suara Denpasar - Cukup lama bagi Brigjen Krishna Murti menunggu jabatan mentereng untuk naik kelas ke jenderal bintang dua. Butuh waktu lima tahun, bagi Krishna Murti untuk mendapat jabatan baru yang bisa mengerek pangkatnya sebagai inspektur jenderal (Irjen), menyamai Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Krishna Murthi sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Mabes Polri. Kepastian ini berdasarkan Surat Telegram (TR) nomor 2224/X/KEP./2022 tertanggal 14 Oktober 2022.
Sebagaimana diketahui, Krishna Murthi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Karomisinter Divhubinter) sejak 2017. Dengan jabatan kepala biro di sebuah Divisi di Mabes Polri, pangkatnya adalah Brigadir Jenderal. Artinya dian sudah 5 tahun menunggu naik jabatan untuk dapat promosi ke jenderal bintang tua.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan pengangkatan Krishna Murthi menjadi Kadiv Hubinter Polri. Kata dia, mutase dan promosi sebagai hal biasa dalam institusi Polri.
"Penggantian para Kapolda yang pensiun, dan promosi lainnya guna meningkatkan kinerja organisasi," kata Dedi.
Karier Krishna Murti memang sempat tersendat. Bahkan disalip oleh banyak juniornya. Krishna Murthi merupakan lulusan Akpol tahun 1991. Dia disalip Ferdy Sambo yang Akpol 1994, maupun Teddy Minahasa yang merupakan lulusan Akpol 1993.
Salah satu peristiwa yang membuat karier Krishna Murti sempat tersendat adalah ketika pada 2016 dia tersandung kasus dugaan penganiayaan terhadap teman perempuannya. Bahkan beredar video terkait kasus ini.
Akibatnya, Krishna Murti yang pada waktu itu menjabat Wakapolda Lampung langsung dicopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia ditarik ke Mabes Polri. "Masih beruntung", dia diberikan jabatan sebagai Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri. Pangkatnya kala itu masih Kombes.
Waktu itu Krishna Murti mendapat “ampunan” dari Tito Karnavian. Hubungan Tito Karnavian dan Krishna Murti juga sudah terbina cukup lama, salah satunya ketika sama-sama bertugas di Polda Metro Jaya.
Sekadar diketahui, Tito Karnavian pernah menjadi Kapolda Metro Jaya (2015-2016), sedangkan Krishna Murthi sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2015-2016).
Beberapa juniornya yang pernah menyalip Krishna Murti adalah Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa. Ferdy Sambo adalah Akpol 1994, dan pernah menjadi bawahan Krishna Murthi saat di Polda Metro Jaya.
Namun, Ferdy Sambo menjadi Kadiv Propam Polri pada 2020 dan naik jadi jenderal bintang dua, sebelum akhirnya dipecat karena kasus pembunuhan ajudannya, Brigadir Joshua.
Sedangkan Teddy Minahasa adalah Akpol 1993, dan sempat menjadi Kapolda Sumatera Barat. Teddy sempat ditunjuk jadi Kapolda Jatim, beberapa hari lalu, namun dia tersandung kasus narkoba sehingga saat ini ditahan.
Melalui instagram pribadinya, Krishna Murti mengucapkan syukur atas jabatan baru yang diberikan atasannya sebagai Kadiv Hubinter Polri.
"Alhamdulillah. Semua karena kuasa Allah SWT. #kmupdates," tulis Krishna Murti lewat Instagram
@krishnamurti_bd91. (Suara.com)
Berita Terkait
-
Irjen Teddy Minahasa Jadi Otak Sindikat Narkoba, BB 5 Kg Sabu-Sabu
-
Sosok Irjen Teddy Minahasa, Punya Hobi Harley Davidson hingga Koleksi Ratusan Keris Zaman Kerajaan
-
Kapolri Beberkan Kronologi Penangkapan Irjen Teddy Minahasa, Ternyata Berawal dari Sini
-
Tajir Melintir, Ini Bisnis Kapolda Jatim Teddy Minahasa yang Ditangkap Kasus Narkoba
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan