Suara Denpasar - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali menuding bencana longsor dan banjir yang belakangan kerap terjadi di Bali sebagai efek domino proyek yang merusak alam.
Bukan hanya proyek yang digarap pemerintah, tapi juga swasta.
Hal ini juga menurut Direktur WALHI Bali I Made Krisna Dinata alias Bokis sebagai bentuk tata kelola lingkungan yang buruk.
"Alih Fungsi Lahan jelas menjadi salah satu penyebab dominan terjadinya bencana yang di turunankan akibat intensitas hujan yang tinggi seperti banjir dan longsor," sebut dia.
Kondisi ini juga menunjukan upaya pengendalian pemanfaatan ruang di Bali sangat kurang dari sistem Drainase, Sedikitnya Vegetasi di dataran tinggi atau lahan curam untuk menahan longsor.
"Efek domino lagi dari alih fungsi lahan itu adalah perubahan iklim dan kenaikan suhu permukaan bumi dalam peningkatan tingginya curah hujan di berbagai lokasi," imbuhnya.
Dia juga kembali mengingatkan selain hutan lindung. Ekosistem yang berkontribusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim adalah hutan mangrove.
"Adanya berbagai bencana seperti banjir sehingga merusak berbagai fasilitas umum seperti jalan dan lain sebagainya menurut hemat kami adalah disebabkan oleh tata kelola lingkungan yang tidak baik.
Banyak lahan yang acapkali dikonversi menjadi infrastruktur, sehingga merubah bentang alam yang ada.
Bahkan tak jarang ekosistem esensial seperti Mangrove yang memiliki fungsi vital dalam memitigasi bencana juga kerap terancam," paparnya.
Baca Juga: Nekat Cari Pasir, Lima Truk Galian C Disapu Air Bah di Sungai Liligundi
Untuk itu dia kembali mengingatkan bahwa penolakan pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur harusnya dibatalkan jika melihat dampak terhadap lingkungan.
Apalagi, akan menghilangkan 14,5 hektar Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona
-
Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Jepang Juara Piala Dunia 2026? Deretan Rekor Samurai Biru Usai Tebas Tunisia
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499