Suara Denpasar - Hutan mangrove Bali di Tahura Ngurah Rai yang berada di wilayah Kota Denpasar dan Badung nantinya akan menjadi salah satu showcase atau dipamerkan kepada delegasi G-20 terkait kepedulian Indonesia dalam melestarikan lingkungan. Namun, sayangnya itu seperti fatamorgana saja.
Hanya Tahura yang terlihat masih hijau dan lestari saja yang diperlihatkan. Bukan, hutan mangrove yang akan terdampak proyek Terminal LNG di wilayah Sanur, Denpasar.
"G-20 dalam tematiknya mengangkat tentang perubahan iklim. Di mana dalam trademarknya akan memamerkan atau showcase hutan mangrove Tahura Ngurah Rai kepada delegasi G-20," papar Ketua WALHI Bali Made Krisna "Bokis" Dinata menjawab pertanyaan pengacara senior Bali I Nyoman "Ponglik" Sudiantara dalam kanan YouTube@ Case Closed yang dilihat denpasar.suara.com, Minggu (16/10/2022).
Kondisi ini tentu dilematis karena di sisi lain hutan mangrove yang dibanggakan kepada delegasi G-20 tersebut seluas 14 hektar lebih akan dibabat untuk pembangunan proyek Terminal LNG di Sanur, Denpasar.
"Kami getol bersama desa adat Intaran dan desa adat Penyaringan untuk menolak pembangunan Terminal LNG yang merusak hutan mangrove," terangnya.
Dia juga mengkritisi pemerintah pusat termasuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang sudah tahu pentingnya hutan mangrove bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
Namun, tetap membiarkan adanya pengrusakan hutan mangrove untuk pembangunan proyek Terminal LNG. "Seharusnya hutan mangrove steril dari segala macam jenis perizinan," ucapnya.
Selain itu akibat pengerukan pembuatan alur kapal nantinya dalam pembangunan Terminal LNG tersebut.
Ungkap Bokis, akan ada setidaknya akan ada 5 hektar terumbu karang yang akan terdampak.
"Terumbu karang sangat penting keberadaannya bagi masyarkat pesisir Sanur karena menjadi penahan ombak dan gelombang," ujarnya.
Hal ini juga yang membuat WALHI Bali enggan ikut andil dalam G20 karena tema lingkungan hanya sebatas tematik saja dan tidak ada aksi nyata. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Liga Champions: Vincent Kompany Yakin Bayern Munchen Bisa Jegal PSG
-
Bangun Tidur Auto Glowing! 3 Rekomendasi Sleeping Mask dengan Vitamin E
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital
-
Terseret KRL hingga Masuk Got, 15 Insiden Biang Kerok VinFast dan Green SM Dicap Taksi Anomali
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
Aksi Sopir Taksi Hijau Merokok Usai Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Picu Kemarahan Netizen
-
Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi