Suara Denpasar - Kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo CS masih terus bergulir.
Baru-baru ini muncul sebuah pernyataan dari seseorang yang mengaku ditelpon oleh Ferdy Sambo di hari naas yang pembunuhan Brigadir J.
Sosok ini adalah AKBP Ari Cahya Nugraha, atau yang akrab dipanggil Acay oleh Ferdy Sambo.
Dalam persidangan kasus obstruction of justice dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto , Acay yang saat itu menjadi saksi akhirnya mengungkap kronologi sampai ia turut terlibat dalam pusaran kasus pembunuhan itu.
Ia mengaku, dirinya ditelpon oleh Ferdy Sambo dan diminta datang ke rumahnya.
Mendengar itu, Acay yang saat itu masih berada di ruang kerjanya di Bareskrim Polri lantas mengajak AKP Irfan Widyanto untuk bersama datang ke rumah Ferdy Sambo di Bangka, Kemang, Jakarta Selatan menggunakan motor.
Ia tak tahu bahwa sebenarnya, Ferdy Sambo tengah berada di rumah dinas di Duren Tiga.
"Karena yang saya tahu rumahnya Pak Ferdy Sambo itu di Bangka, Kemang makanya saya sama Pak Irfan datang pertama kali tidak ke Duren Tiga namun ke Kemang. Sampai di sana, tidak ada aktivitas apapun," ungkap Acay dilansir Suara.com.
Mendapati hal itu, Acay lantas menelepon sopir Ferdy Sambo, Brigade Daden Miftahul Haq untuk menanyakan keberadaan Ferdy Sambo.
Baca Juga: Sekilas Romantis, Pembuatan 5 Lagu Lawas Ini Diwarnai Unsur Mistis
Setelah mengetahui bahwa Ferdy Sambo berada di Duren Tiga, Acay dan Irfan lantas langsung menuju kesana.
Sesampainya di Duren Tiga, Acay masuk ke rumah Ferdy Sambo sendirian karena hanya ia yang dipanggil untuk mengahadap.
Ia lantas diminta masuk ke dalam rumah oleh Ferdy Sambo.
Di dalam rumah Acay melihat seseorang tengah tergeletak. Saat itulah Acay bertanya kepada Ferdy Sambo tentang sosok tersebut.
"Mohon izin jenderal, itu siapa?" tanya Acay.
Ferdy Sambo lantas hanya menjawab singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis