Suara Denpasar - Pernyataan Said Didu yang mengatakan IKN (Ibu Kota negara) akan jadi milik swasta dan pemerintah hanya menyewa membuat ketawa Denny Siregar. Ia bahkan mengatakan, Said Didu ini bodoh atau pura-pura bodoh? dalam channel Youtubenya yang diunggah pada Kamis malam (27/10/2022).
"Jujur, saya itu bengong baca statemen Said Didu itu. Lah dia kan dulu orang BUMN, harusnya pintar dong dalam menjelaskan kepada kita (masyarakat), bahwa dalam sebuah proyek raksasa, selalu ada model kerjasama antara pemerintah dan swasta yang biasanya dibuat dengan skema public private parnertship atau PPP," kata Denny.
Sekarang istilah ini dikenal dengan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). PPP atau KPBU dijelaskannya sebagai sebuah model kerjasama pemerintah dan swasta dengan konsep business to business atau semua perjanjian itu untung dan ruginya ditanggung bersama.
"Harusnya yang jelasin ini Said Didu. Toh dia mantan stafsus, mantan komisaris, mantan sekretaris dan tentunya paham banget dengan skema-skema kerjasama ginian yang sebenarnya bukan skema baru. Tapi pertanyaanya, kenapa kok dia ngetwit seolah-olah gak tahu ya?," sindinya.
"Kalau dia benar-benar tidak tahu, wah berati bodoh amat doi. Pinteran gua dong yang komisaris saja bukan. Atau doi memang pura-pura bodoh untuk memframing seolah-olah semua yang dipunyai pemerintah di IKN dijual ke swasta dan pemerintah hanya menyewa saja," sambungnya.
Denny menafsirkan memilih pendapat keduanya, yaitu pura-pura bodoh. Denny pun berpesan, cerdaskan masyarakat dan jangan dibodoh-bodohi terus, bahkan dikatakan Tuhan nanti akan memberi asab karena suka membodoh-bodohi orang sehingga dia jadi bodoh juga.
Diketahui sebelumnya, Muhammad Said Didu, Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali angkat suara soal proyek Ibu Kota Negara (IKN). Melalui akun Twitter pribadinya @msaid_didu, ia menyebut mega proyek yang dicanangkan Presiden Joko Widodo ini menjual harapan palsu.
"Seperti saya katakan IKN akan jadi milik swasta dan pemerintah menyewa krn yg gedung pemerintah yg dibangun gunakan APBN sangat terbatas," ungkap Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (27/10).
"Apalagi fasilitas sekolah, rumah sakit dll semua dibangun dan dimiliki oleh swasta," tandas Said Didu. (*)
Baca Juga: Terungkap Alasan Terbentuknya 2000 Pasukan Perawan untuk Pemuas Para Petinggi Korea Utara
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian