Suara Denpasar - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebelumnya meminta anak buahnya meninggalkan gaya hidup mewah alias hedon. Terbaru, dia meminta jajarannya lebih informatif kepada masyarakat saat menangani aduan atau laporan.
Sigit memerintahkan anggotanya untuk merespons komunikasi yang diterima dan tidak mengabaikannya atau meng-ghosting pelapor.
“Ditelepon, teleponnya di-reject. Ditelepon, diangkat, kitanya marah-marah. Kesan pelapor terhadap kita jadi semakin negatif, jadi kalau bahasa gaulnya itu jangan ghosting,” kata Sigit dikutip dari PMJ News, Sabtu (29/10/2022).
Instruksi itu diunggah Sigit melalui akun instagram pribadinya. Dia berharap bawahannya menunjukkan kesungguhan dalam memberikan pelayanan.
Dia mengatakan hal tersebut harus bisa dijelaskan secara transparan dan rasional, dan memenuhi logika publik. "Ini yang harus rekan-rekan lakukan,” kata dia.
Sigit menegaskan bahwa sangat wajar jika pelapor ingin tahu perkembangan dari laporan yang dibuatnya. Sebab, pelapor berharap ada solusi dari masalahnya.
"Karena memang masyarakat mengharapkan ada progres, ada langkah-langkah lanjut,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyayangkan anggotanya yang cenderung mementingkan laporan yang prioritas saat menerima banyak laporan. Kemudian meninggalkan laporan yang dianggap itu tidak prioritas.
“Kecenderungan dari rekan-rekan, karena menerima laporan banyak, pengaduan banyak, sehingga kemudian lebih mementingkan yang menjadi prioritas," kata dia.
Hal tersebut menurutnya berakibat terjadinya sumbatan komunikasi. Hasilnya adalah kesan pelapor terhadap Polri menjadi semakin negatif.
Kemudian Sigit kembali menekankan agar bawahannya jangan ghosting laporan masyarakat dan komunikasikan dengan pelapor atas laporannya.
“Jadi kalau bahasa gaulnya itu jangan ghosting, hadapi terkait dengan masalah-masalah yang memang harus dijawab. Prosedur yang saudara lakukan, ini masyarakat harus terinfo,” tutur dia.
Berita Terkait
-
Unggah Video Kapolri, Kalimat Krishna Murti Banjir Pujian, Sekarang Jadi Polisi di Indonesia...
-
Sikat Polisi Kotor, Kapolri: Ibarat Emas, Polri Sedang Disaring Jadi Emas 24 Karat, Krishna Murti Bereaksi
-
Jenderal Krishna Murti Senang Kapolri Sudah Bisa Tersenyum, Ungkap Watak Asli Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Misi Mencari Cuan Jalur Langit: Cek Shio-mu, Siapa Tahu Takdirmu Jadi Miliarder Setelah Opor Habis
-
Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Daftar Lengkap Bengkel Siaga 24 Jam Arus Balik Lebaran 2026, Perjalanan Balik Lebih Tenang
-
Viral! Sekelompok Wanita Diduga Rayakan Lebaran Sambil Merokok dan Diduga Konsumsi Miras
-
Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan
-
Promo Indomaret Super Hemat hingga 1 April 2026, Stok Kebutuhan Rumah Murah Meriah
-
Hantu Masa Lalu dan Teka-teki 19 Triliun dalam Novel Tentang Kamu
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi