/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:43 WIB
Kang Dedi Mulyadi (Facebook Dedi Mulyadi)

Suara Denpasar - Dedi Mulyadi tetap dalam rutinitasnya, keliling melakukan safari desa guna menampung beragam persoalan yang dihadapi masyarakat.

Di tengah kesibukannya tersebut, mantan bupati Purwakarta itu selalu bersyukur dan menekankan filosofi hidup sederhana.

Kesederhanaan hidup tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat, dalam perjalanannya dan banyak bertemu dengan beragam karakter dan profesi individu.

Banyak di antara mereka yang secara materi kurang, tapi keluarganya tetap utuh dan bahagia.

Ambil contoh, seorang tukang bangunan yang bekerja seharian untuk anak dan istrinya dengan pendapatan Rp 130 ribu.

Namun karena mensyukurinya si tukang bangunan ini bisa bahagia bersama keluarga kecil mereka. Di sisi lain, dirinya yang terbilang berlimpah ekonomi dan anak serta istri yang sehat malah digugat cerai sang istri.

"Hidup ini bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga buat orang lain, hidup harus disyukuri seperti tukang ini yang dibayar Rp 130 ribu sehari, tapi disyukuri," kata Dedi Mulyadi membagikan soal kehidupan tukang bangunan, Minggu (29/10/2022).

"Mereka kerja untuk anak istri dengan pendapatan mungkin Rp130 ribu perhari, tapi menjadi sesuatu yang bermakna bagi mereka, karena disyukuri, tapi puluhan miliar tidak akan bermakna kalau tidak disukuri, hidup bahagia kalau mensyukuri apa yang didapat, hidup itu akan tidak berkah kalau tidak disyukuri, yang ada kegelisahan," imbuhnya.

Di tengah rutinitasbya, Kang Dedi juga selalu menyempatkan bermain bersama Putri bontotnya, Ni Hyang Sukma. Bahkan, menjemput Nyi Hyang saat bubaran sekolah. ***

Baca Juga: Fans Garis Keras Kang Dedi Semprot Ambu Anne, Soal Gugatan Cerai karena Syariat Islam

Load More