Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi atau biasa disapa Kang Dedi mengungkap alasan kenapa dia tak memakai iket kepala saat hadir di Pengadilan Agama Purwakarta, Kamis (27/10/2022). Saat itu, dia memang hadir dalam sidang gugatan cerai yang dilayangkan istrinya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.
“Banyak yang nanya kenapa kemarin ke Pengadilan Agama kok gak pakai iket. Ini harus dijelasin,” jelas Kang Dedi di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (30/10/2022).
Kang Dedi Mulyadi pun menjelaskan, orang Sunda memiliki filosofi berupa peribahasa “cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket”. Dia pun membeberkan makna dari filosofi ini.
Diuraikan, cing caringcing pageuh kancing, artinya kita harus memiliki kewaspadaan. Kemudian kancing yang dipasang di sini harus pageuh atau erat.
“Harus dikancingin. Gak boleh itu benangnya lepas,” terangnya.
Lebih jauh, Kang Dedi menjelaskan, kancing merupakan lambang feminin. Secara umum, feminin mendomasi sifat perempuan. Maka, perempuan Sunda memiliki kancing sampai di atas dada.
“Karena di situ kehormatannya. Kalau kancingnya lepas, itu tanda sudah hilangnya kehormatan diri. Karena kancingnya sudah lepas,” papar dia.
Kalau kancingnya lepasnya ke kait, lanjut dia, mungkin tidak ada masalah. “Tapi yang bermasalah kalau kancingnya lepas oleh tangan orang lain. Yang bukan haknya. Itu berbahaya,” tukasnya.
Nah, filosofi kedua yakni set saringset pageuh iket mengandung makna bahwa iket kepala itu lambang kehormatan dan kepemimpinan seorang maskulin.
Baca Juga: Di Tengah Gugat Cerai Kang Dedi Mulyadi, Ambu Anne Tak Bisa Tidur, Bicara Sakit Hati
Dia menjelaskan mengapa dia akhirnya memilih tidak mengenakan iket di kepala saat datang ke Pengadilan Agama Purwakarta.
“Karena bagi saya tempat itu bukan tempat yang melambangkan kehormatan. Tempat itu bukan tempat yang melambangkan tentang maskulin,” terangnya.
Dengan dia datang ke Pengadilan Agama Purwakarta pada Kamis (27/10/2022) untuk meladeni gugatan cerai dari Ambu Anne, maka Kang Dedi merasa sebetulnya sudah tidak maskulin lagi. Bukan seorang pemimpin lagi.
“Saya orang yang sudah tidak memiliki mahkota. Saya menjadi orang yang kehilangan segalanya,” terangnya.
Untuk itu, kata Kang Dedi, dia harus menerima apa pun. Harus menerima sikap apa pun karena bukan apa-apa dan siapa-siapa. (*)
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Curhat di Makam Sang Ibu, Ungkap Dirinya Masih Tetap Ingin Setia? Pesannya Bikin Nangis Haru:Saya Cerita Kepada Ibu Saya...
-
Kang Dedi Mulyadi Beberkan Urusan Rumah Tangga Sosok Ini, 'Kehidupannya Kayak Gini'
-
Kemarin Nyalami Ambu Anne Duluan, Sekarang Dedi Mulyadi Malah Nggak Mau Salaman dengan Orang Ini
-
Momen Kang Dedi Mulyadi Tak Dikenali Warga, Namun Tetap Beri Uang Ratusan Ribu
-
Anne Ratna Sampaikan Alasan Tunjuk Sosok Muda ini Dampingi Dia Pimpin Pemkab Purwakarta
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam