Suara Denpasar - Kelakuan pria berinisial I Kadek EA (42) ini begitu bejat. Pria yang tinggal Tabanan, Bali ini memerkosa anak dan keponakannya sendiri berinisial KAB (13) dan LPA (14). Meski perbuatannya sudah berlangsung berkali-kali, dia mengaku khilaf.
Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra membeberkan, perkosaan ini sudah berlangsung sejak 2019. Saat itu, anak dan keponakannya masih SD. Perkosaan berlanjut sampai keduanya SMP.
Kasus ini baru terbongkar setelah guru di SMP melihat KAB (13) kerap murung dan tidak bisa mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya. Setelah dilakukan konseling akhirnya terungkap bahwa KAB diperkosa ayahnya.
“Terungkap adanya tindak pelecehan ini lalu dilaporkan ke polisi oleh guru korban,” kata AKBP Dian Candra, Kamis, (3/11).
KAB mengaku diperkosa sang ayah di wilayah Kediri, Tabanan. Sang anak sudah lupa waktu dan tangganya. Yang diingat korban, sang ayah membawanya ke dalam kamar, disuruh buka baju dan terjadi pelecehan seksual.
Perbuatan itu kembali dilakukan pada 2019 pada sore hari. KAB dan LPA dibawa pelaku ke dalam kamar bengkel milik tersangka di Tabanan. I Kadek EA melakukan kekerasan seksual kepada keduanya.
Yang terakhir adalah terjadi pada 14 November 2022 malam hari. Perbuatan itu dilakukan di bengkel tersangka di Tabanan. Sang keponakan, LPA mengaku dilecehkan oleh sang paman sebanyak tiga kali.
Ketika ditunjukkan kepada wartawan, dia mengaku melakukan kekerasan seksual terhadap anak dan keponakannya karena hasrat seksualnya tak tersalurkan. Alasannya, sang istri sakit sehingga tidak mau berhubungan badan dengannya.
“Saya khilaf dan minta maaf pada keluarga,” kata I Kadek EA.
Baca Juga: Tabrak Motor, Avanza Terperosok ke Selokan, 6 Orang Masuk Rumah Sakit
AKBP Ranefli menjelaskan, pihak Polres Tabanan juga menjadwalkan pemeriksaan psikologis kedua korban yang saat ini duduk sebagai siswi SMP di Tabanan. Pemeriksaan mental juga akan dilakukan terhadap I Kadek EA.
“Termasuk ibu korban juga akan kami jadwalkan pemeriksaan," terangnya.
Dia menjelaskan, pemeriksaan psikologis korban, rencananya akan dilakukan di rumah para korban. Namun, apabila pemeriksaan tidak memungkinkan dilakukan di rumah korban, maka akan dilakukan di rumah aman atau safe house. Begitu juga pemeriksaan psikologis terhadap ibu korban.
“Ini untuk melihat trauma pada kedua korban,” jelasnya. (Beritabali.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Unggahan Close Friend Alvin Faiz Bocor, Tampilkan Pengakuan Pria Selingkuhan Larissa Chou
-
Membedah Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika 'Lima Menit Lagi' Merampas Waktu Tidur
-
Preppy hingga Feminine Style, Intip 4 OOTD Versatile ala Shin Ye Eun Ini!
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Petaka di Sungai Way Pisang: Saat Arus Mendadak Datang dan Membawa Pergi Kenji Kecil
-
The Marked Woman Baru Mendarat di Netflix: Sajikan Teka-teki Identitas yang Bikin Penasaran
-
Amanda Manopo Melahirkan Anak Pertama di Tanggal Unik
-
Membaca Matilda di Era Modern: Masihkah Kita Mendengarkan Anak?
-
5 Shio Paling Hoki pada 7 Juni 2026: Finansial Untung dan Karier Melejit!