/
Minggu, 06 November 2022 | 12:07 WIB
Dedi Mulyadi (Facebook Dedi Mulyadi)

Suara Denpasar - Di tengah gugatan perceraian yang dilakukan Anne Ratna Mustika. Dedi Mulyadi membuka rahasia yang sudah disimpan rapat-rapat sejak 23 tahun silam.

Kang Dedi, begitu Dedi Mulyadi biasa dipanggil menceritakan bahwa putra sulungnya yakni Maulana Akbar adalah anak dengan istri pertamanya.

Yakni almarhum Sri Widyowati. Wanita yang juga aktivis HMI tersebut menjadi tambatan hatinya di saat masih muda. Kisah hidup ini diceritakan kepada Maulana Akbar di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (4/11/2022). 

"Ada sesuatu yang ayah akan sampaikan. Walau sesuatu itu sangat berarti,” kata Kang Dedi duduk berdampingan di dapur dengan Maula Akbar.

Ketika menceritakan istri pertamanya yang juga merupakan ibu dari Maula Akbar, Kang Dedi tak kuasa menahan air mata.

Dia menjelaskan, tahun 1999, Kang Dedi tinggal bersama istrinya, Sri Widyowati, mengontrak rumah di Perumahan Sandan Sari, Purwakarta. Saat itu, Maula Akbar masih dalam kandungan istrinya.  

“Aa (Maula Akbar) waktu itu masih dalam keadaan dikandung dari seorang ibu. Yang ibunya itu dengan saya bersama sejak saya kuliah di STH (Purnawarman) jadi aktivis HMI. Saya ketua HMI Cabang Purwakarta,” ungkaa Kang Dedi.

Dalam proses kehamilan Maula Akbar, Sri Widyowati mengalami sakit. Dia kena penyakit kanker rahim. Kang Dedi sendiri pada Agustus 1999 dilantik menjadi anggota DPRD Purwakarta dan memegang jabatan sebagai ketua Komisi E.

Sri Widyowati akhirnya melahirkan bayinya di RS Bungsu, Bandung pada 4 November 1999. Anak ini diberi nama Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar. Seharusnya Maula Akbar dilahirkan secara caesar.

Baca Juga: Kiesha Alvaro Sebelas Tahun Tak Mau Ketemu Pasha Ungu, Banting Tulang Demi Keluarga

“Karena di rahimnya ada kanker. Bobotnya hampir 4 kilogram,” ungkapnya. Tiga bulan setelah melahirkan, Sri Widyowati meninggal dunia.

"Ayah minta maaf karena tidak menyampaikan itu kepada Aa. Saat ini harus menyampaikan karena kita harus melewati peristiwa yang harus dilewati,” sebut dia.

Kisah ini memang harus diceritakan mengingat anak sulungnya tersebut sudah besar dan harus mengetahui siapa ibu kandungnya. ***

Load More