Suara Denpasar- Kang Dedi Mulyadi kembali menunjukkan kondisi warga yang serba kekurangan bahkan untuk sekedar kebutuhan dasar seperti makan.
Dia pun seolah memberikan pesan kepada semua pemimpin jika harus turun langsung ke warga melihat kondisi dapurnya.
Dengan melihat kondisi dapur, maka akan melihat secara langsung apa yang dialami warganya.
Kali ini Kang Dedi Mulyadi mengunjungi rumah seorang pasangan petani penggarap di wilayah Karawang.
Kang Dedi Mulyadi dan pasangan petani ini bertemu di jalan lalu mereka pergi menuju rumah si petani penggarap tersebut.
Kang Dedi Mulyadi tak segan langsung menuju dapur pasangan ini dan melihat langsung kondisinya.
Saat melihat isi dapur ini suami dari Bupati Purwakarta Anne Ratna ini hanya mendapati sambal dan nasi saja tanpa ada lauk lain.
Bahkan sambal goreng ini dimakan enam penghuni rumah untuk sarapan pagi, lalu makan siang dan makan malam mereka.
"Memang ibu tidak punya uang, makannya pagi sambal, siang sambal, malam sambal," tanya anggota DPR RI dapil Purwakarta serta Karangwang ini.
Baca Juga: Stigma Buruk Terhadap Nasdem Karena Jadikan Anies Baswedan Capres, DPW Bali: Biarkan!
Pasangan ini mengaku tidak memiliki uang sama sekali untuk sekadar membeli ikan asin. Mereka hanya makan nasi plus sambal saja, sajian ini sudah menjadi kebiasaan keluarga ini.
Kang Dedi Mulyadi kembali melihat isi dapur dari tempat wadah beras yang kosong hingga perabot dapur yang hanya ada sambal saja.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pasangan petani ini sudah utang ke tetangga dan saudaranya sampai Rp2,1 juta.
Kang Dedi akhirnya melunasi utang tersebut termasuk memberikan uang untuk makan sehari-hari.
Si penghuni rumah pun sampai dibuat nangis sesenggukan karena terharu diberi uang Kang Dedi, termasuk melunasi utang mereka.
"Sehat-sehat ya, inilah kedaan warga kita, kalau kita tidak pernah ke dapurnya bertemu dengan mereka kita tidak pernah tahu," kata Kang Dedi memberi pesan.
Dia pun berharap minimal ada satu keluarga yang bisa ditolong setiap harinya.
"Mudah-mudahan tiap hari ada satu keluarga yang bisa diselamatkan dari beban hidup mereka," pungkasnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Udah Siap Belum? Cristiano Ronaldo Bakal Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?