Suara Denpasar - Nikita Mirzani berusaha tahah menghadapi kasus hukum yang dilaporkan Dito Mahendra yang akhirnya membuatnya dipenjara.
Selain rajin berdoa dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Usai menjalani hukuman dan bebas nanti, dirinya juga berencana umroh.
Namun begitu, sembari menunggu hasil sidang. Admin akun Instagram @nikitamirzanimawardi_172 juga menilai apa yang kini dialami sang bos adalah bentuk ketidakadilan.
Tapi, banyak yang menduga bahwa apa yang ditulis admin tersebut atas perintah dari Nyai, panggilan akrab Nikita Mirzani.
"Saat ketakdilan merajalela, keberanian menjadi berkah bagi semesta. Ada orang yang paham, namun tak mau memahami. Ada orang yang mengerti, namun tak mau mengerti. Mengerti keadilan, namun tak mau adil.bKeadilan tidak hanya dilihat untuk dilakukan, tetapi harus dilihat untuk dipercaya," tulisnya.
"Challenges are what make life interesting. Overcoming them is what makes life meaningful. Time will tell the Truth," imbuhnya.
Banyak yang mengaitkan bahwa kata-kata itu ditujukan bagi jaksa yang menyidang perkaranya.
Sebab, beberapa kali Nikita Mirzani lewat kuasa hukumnya menilai langkah kejaksaan terlalu berlebihan.
Bahkan, dalam penanganan kliennya terlalu ketat layaknya penjahat kakap.
Sementara itu fans Nikita Mirzani terus memberikan semangat bagi janda tiga anak tersebut.
Fitri Salhuteru yang bahkan sempat berdoa di depan Ka'abah agar Nikita Mirzani kuat dan tegar menghadapi cobaan ini.
"Waktu di korea aku bilangin ~berkorban utk contoh keberanian dan kebenaran," demikian tulis Fitri Salhuteru di akun Instagram Nikita Mirzani. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana