Suara Denpasar- Dedi Mulyadi menyampaikan maaf kepada hakim yang mengadili perkara gugatan perceraian yang dilayangkan oleh istrinya Anne Ratna.
Pria yang biasa dipanggil Kang Dedi Mulyadi ini menyebutkan jika dirinya tidak bisa menghadiri sidang gugatan perceraian lantaran ada urusan yang dianggap lebih mendesak.
Urusan yang dimaksud adalah soal bencana gempa bumi di Cianjur yang harus segera diberikan pertolongan atau bantuan.
Alasan itulah yang membuat anggota DPR RI dari Komisi IV ini tidak bisa menghadiri persidangan di Pengadilan Agama Purwakarta, Rabu (23/11) kemarin.
Dirinya pun menyampaikan maaf secara terbuka kepada hakim yang mengadili gugatan perceraian yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna.
Melalui kanal youtube pribadinya Kang Dedi Mulyadi (KDM) Channel dia menyampaikan maaf tersebut.
"Mohon maaf pada hakim Pengadilan Agama saya tidak hadir pada hari ini (kemarin) tapi saya sudah memberikan kuasa, terima kasih ya, salam hormat untuk semuanya, tetap semangat, terus saling bantu saling menolong, kemudian senantiasai peka terhadap musibah yang dialami saudar-saudara kita," jelas Kang Dedi Mulyadi seperti yang dia unggah dalam akun youtube pribadinya KDM Channel dikutip pada Kamis (24/11).
"Tetap semangat, terus bekerja untuk kepentingan kemanusiaan, walaupun kecil mudah-mudahan ada manfaatnya dibanding diam tidak melakukan apa-apa," ungkapnya.
Gugatan perceraian yang dilayangkan Anne Ratna ke Kang Dedi sudah terdaftar sejak 19 September 2022 lalu.
Baca Juga: 8 Potret Stadion Tempat Piala Dunia 2022 Berlangsung, Ini Dia Faktanya!
Sidang perdana kemudian digelar pada 19 Oktober 2022, dan kemudian berlanjut untuk sidang kedua hingga ke enam pada Rabu (23/22).
Sampai saat ini gugatan perceraian pasangan politisi ini masih terus bergulir di persidangan Pengadilan Agama Purwakarta. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah
-
Drama Kejar-kejaran Begal di Pasuruan, Wanita Bercelurit Tertangkap Usai Dikepung Polisi
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Padang Pariaman Gelar Pacu Kudo Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Lokasinya
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
180 Derajat dengan Tasya Farasya, Sikap Tasyi Athasyia Jadi Target 'Halo Kakak Spill Skincare'