/
Kamis, 24 November 2022 | 15:52 WIB
Kang Dedi Mulyadi dan Neng Eks PSK Cilodong di Purwakarta. (Youtube Lembur Pakuan Channel)

Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi alias Kang Dedi mengaku heran ada kakak kandung yang tega mempekerjakan adiknya yang masih usia anak sebagai PSK. Bahkan, yang lebih tega lagi, minta bagian.

Hal itu terungkap saat Kang Dedi Mulyadi mengobrak-abrik sarang pelacuran di warung remang-remang Cilodong, Purwakarta. Kala itu dia menyuruh salah satu PSK untuk pulang kampung, dan berubah hidup normal, berhenti dari pekerjaan PSK.

Tidak hanya menyuruh pulang. Kang Dedi Mulyadi juga memberi bekal uang untuk pulang, serta berencana merenovasi rumahnya. Kala itu, sang PSK mengaku tetap menjadi PSK karena untuk merenovasi rumahnya.

Setelah beberapa lama kembali ke kampung halamannya di Desa Cikadu, Kecamatan Cibatu, Purwakarta, bekas PSK yang baru berusia 21 tahun itu mulai bisa berbaur dengan warga. Itu terlihat ketika Kang Dedi kembali datang ke rumahnya.

Kang Dedi membawa sejumlah bahan pokok untuk kebutuhan makannya. Sedikitnya ada empat kantong besar berisi bahan makanan dari beras, telur, kebutuhan mandi, dan lainnya.

Dia diajarkan kembali menjadi normal, diajarkan bangun pagi, mandi pagi, masak sendiri, dan seterusnya. Seperti terlihat dalam tayangan di kanal Youtube Lembur Pakuan Channel, Rabu (23/11/2022).

Duduk di teras rumah, Kang Dedi juga didampingi Kades Cikadu, Dedi Sujana dan beberapa warga tetangga eks PSK cantik ini. Kang Dedi pun mengorek bagaimana kisah eks PSK yang dipanggil Neng ini.

Terungkap bahwa Neng Eks PSK ini memiliki kisah kelam. Setelah bapak dan ibunya meninggal, dia ikut neneknya. Kemudian neneknya meninggal, sehingga dia meninggalkan rumah dan menjadi anak jalanan.

Dia ikut mengamen di Subang bersama teman-temannya sejak usia belasan tahun. Saat menjadi pengamen inilah, keperawanannya direnggut temannya sendiri sesama pengamen dalam kondisi mabuk miras.

Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Jago Tawar-Menawar dengan PSK: 'Rp500 Ribu? Mahal Ah!'

Setelah itu, Neng Eks PSK ini pun mengaku mulai jaadi PSK di Lokalisasi Janem (Jalan Enam) Jalur Pantura, Sukamandi, Subang. Dia mengaku diajak teman. Saat itu usianya baru 14 tahun. Setelah itu, dia akhirnya ke Cilodong, Purwakarta.

Di Cilodong ini dia ikut di warung milik kakaknya. Dikatakan, kakaknya ini mengelola warung remang-remang bersama istrinya yang asal Bandung. Dia menjelaskan, kakak ini beda ayah, namun seibu.

Neng Eks PSK nini pun menjadi PSK di warung remang-remang milik kakaknya. Tarifnya Rp300 ribu per pelanggan. Dari tarif itu, Rp100 ribu disetor untuk kakaknya. Hal itu yang membuat Kang Dedi heran bagaimana bisa sang kakak tega menjual adiknya sendiri sebagai PSK, dan memungut bagian.

“Kok bisa hatinya tega ke Neng ngasih kamar (jadi PSK). Itu yang saya nggak habis pikir. Kok bisa, ya, kakak tega adiknya praktek (jadi PSK) gitu loh, dan dia dengan istrinya dapat bagian,” papar Kang Dedi.

Neng Eks PSK ini mengaku saat ikut di warung kakaknya ini masih berusia belasan tahun. Kang Dedi malah bilang, kakaknya itu bisa dipidana pada waktu itu karena mempekerjakan anak di bawah umur sebagai PSK. (*)

Load More