- Kementerian ESDM resmi mengoperasikan pipa transmisi gas Cisem II sepanjang 242 kilometer yang menghubungkan Batang hingga Kandang Haur.
- Proyek strategis nasional ini dioperasikan oleh Pertagas guna memperkuat integrasi serta keandalan pasokan gas bumi di wilayah Jawa.
- Kehadiran infrastruktur ini bertujuan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru menuju kawasan industri strategis nasional.
Suara.com - Pemerintah resmi mengoperasikan penuh Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur (Cisem II). Beroperasinya proyek strategis nasional (PSN) tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan energi bagi kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.
Kesiapan operasional penuh Cisem II ditandai melalui Seremonial Commissioning Pipeline Cisem II dan Integrasi Sistem Transmisi Gas yang digelar Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT PGN Tbk di Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Jawa Barat.
Pipa Cisem II memiliki panjang sekitar 242 kilometer yang menghubungkan Batang, Jawa Tengah hingga Kandang Haur Timur, Jawa Barat. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun jaringan transmisi gas bumi yang terintegrasi dari Sumatera hingga Jawa.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, commissioning Cisem II menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional.
"Setelah keberhasilan Cisem I, hari ini kita menyaksikan commissioning Cisem II yang semakin memperkuat integrasi jaringan pipa gas bumi nasional. Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dan memperkuat keandalan pasokan energi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga proyek strategis ini dapat diselesaikan dan dioperasikan dengan baik," ujar Laode seperti dikutip, Selasa (10/6/2026).
Beroperasinya Cisem II akan meningkatkan konektivitas jaringan transmisi gas nasional sehingga penyaluran gas dari berbagai sumber pasokan menuju pusat-pusat permintaan energi menjadi lebih fleksibel dan andal.
Salah satu sumber pasokan utama yang akan mengalir melalui pipa ini berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB). Kehadiran gas dari JTB melalui jaringan yang terintegrasi tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas industri, khususnya di KITB yang menjadi salah satu kawasan industri strategis nasional.
Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Aldiansyah Idham menilai beroperasinya Cisem II menjadi momentum penting dalam pengembangan sistem gas bumi nasional.
“Commissioning Cisem II merupakan momentum yang telah lama dinantikan. Infrastruktur ini memungkinkan sistem penyaluran gas menjadi semakin fleksibel dan terintegrasi, sekaligus memperkuat keandalan pasokan energi nasional," jelasnya.
Baca Juga: Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
Untuk memastikan pengoperasian berjalan optimal, Kementerian ESDM telah menunjuk Pertagas sebagai operator Cisem II. Penunjukan tersebut melanjutkan peran Pertagas yang sebelumnya juga mengoperasikan Cisem I sejak 2023.
Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring mengatakan seluruh sarana, prasarana dan personel telah disiapkan untuk mendukung operasional pipa tersebut.
"Dengan selesainya commissioning di Kandang Haur Timur, sistem Cisem II kini telah terhubung dengan fasilitas operasi Pertagas dan siap dioperasikan. Kehadiran Cisem II akan semakin memperkuat konektivitas jaringan pipa gas bumi nasional serta meningkatkan fleksibilitas operasi sistem transmisi gas," pungkas Indra.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
-
Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi