Suara Denpasar - Berita gugatan cerai antara Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi sekaak tak habis dibahas.
Banyak yang tak menyangka, pasangan yang hampir tak pernah diterpa isu miring itu harus segera berakhir di Pengadilan Agama Purwakarta.
Ambu Anne mengungkap, alasan di balik gugatan cerai yang dilayangkannya tak lain lantaran Kang Dedi dianggap telah menyalahi syariat Islam dalam memenuhi nafkah lahir dan batin.
Jauh lama sebelum ini, ternyata Ambu Anne pernah menceritakan bagaimana ia saat menjadi istri Dedi Mulyadi.
Kutipan kisah ini kembali dibagikan oleh akun TikTok @fans.dedimulyadi.
Tampak Ambu Anne bercerita bahwa menjadi seorang istri dari Kang Dedi Mulyadi harus bersabar lantaran akan ditinggal terus menerus.
Menurutnya, selama sang suami menjadi Bupati Purwakarta, Kang Dedi lebih banyak keluar rumah dan pulang larut malam hanya untuk tidur.
"Selama jadi bupati pun, dia (Kang Dedi) ke rumah hanya tidur," ungkap Ambu Anne.
Tak tanggung-tanggung, Dedi Mulyadi hanya sekitar 3 jam berada di rumah setiap harinya.
Baca Juga: Fitur MIUI 13 untuk Bersihkan Layar, Hilangkan Poni dan Tombol Home
"Jadi pulang jam 2, jam 3 pagi, jam 6 nya dia sudah bersepeda, melakukan pengecekan ke jalan, kebersihan dan sebagainya," lanjutnya.
Hal ini terus menerus berulang setiap harinya. Ia bahkan menyebut bahwa suaminya itu 'alla out' dalam menjalankan tugas sebagai pelayan rakyat.
"Ya, kerumah itu hanya untuk tempat tidur aja, setelah itu nanti pulang lagi tidur lagi, all out," tuturnya menambahkan.
Ambu Anne yang sudah biasa mengetahui hal ini, juga mengaku tak bisa mengekang sang suami di rumah.
Pasalnya, Dedi Mulyadi memang tipikal tak bisa berdiam diri.
"Orangnya nggak bisa diem, kalo diem dia sakit, jadi nggak bisa dibatasi juga kegiatannya, aktivitasnya," pungkas Ambu Anne.
Berita Terkait
-
Ambu Anne Dongkol Sidang Cerai Mundur Lagi, Dedi Mulyadi Minta Maaf Harus ke Cianjur: Semoga Kita Bisa Segera...
-
Beda Spek Sama Dedi Mulyadi, Anggota DPR RI Ini Malah Tertawakan Gempa Cianjur Saat Rapat dengan Kepala BMKG
-
Duh Ngeri-ngeri Sedap, Dedy Mulyadi Malam-malam Ditelpon Janda Muda Mantan Istri Kedua, Minta Dipulangkan ke Purwakarta
-
Namanya Juga Anak Kecil, Kang Dedi Mulyadi Heran Ni Hyang Tak Mau Berbagi, Dirimu Pelit Didikan Siapa?
-
Alhamdulillah, Dedi Mulyadi Bahagia Sampai Ucap Terimakasih Kepada Ambu Anne Sudah Beri Hadiah Terindah, Akhirnya Rujuk?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bukan Skincare Mahal, Ini 7 Produk yang Dipakai Influencer Palembang agar Glowing di Cuaca Panas
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Pasien Belum Sadar Diminta Pulang dari RSMH Palembang, Keluarga Protes, Fakta Medisnya Bikin Bingung
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
5 HP Samsung Seri A dengan Layar AMOLED: Display Mewah Harga Murah
-
Ada Merlion Hingga Alat Santet, Ini Sensasi Menyusuri Lorong Waktu di Art Center Purworejo
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030