/
Minggu, 27 November 2022 | 11:18 WIB
Kang Dedi Mulyadi dan anak ketiganya, Nyi Hyang Sukma Ayu. Foto kanan, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel/ Instagram @anneratna82)

Suara Denpasar – Gegara menyerang Kang Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dihujat netizen. Apalagi, serangan itu ditujukan kepada suaminya sendiri, yang juga ayah dari anak-anaknya, termasuk Nyi Hyang Sukma Ayu.

Bukan kali ini saja Anne Ratna menyerang Kang Dedi Mulyadi. Anne Ratna sempat menyinggung adanya ririwa (hantu) yang memengaruhi para kepala desa untuk memusuhi Bupati Purwakarta. Dia tidak menyebut ririwa ini Dedi Mulyadi, namun dia baru saja menggugat cerai Kang Dedi ke Pengadilan Agama Purwakarta.

“Hati-hati pak Camat, Kades dan Kepala OPD di Purwakarta masih ada ririwa yang masih berkeliaran. Si ririwa ini suka membuat onar, dan hebatnya lagi bisa nelepon orang-orang untuk mengajak jauh dari Bupati,” kata Anne Ratna saat memberi sambutan dalam Gebyar Desa dan Gempungan di Desa Pasanggarahan, Kecamatan Bojong yang dihadiri Wagub Jabar, 26 Oktober 2022 lalu.

Ia mengatakan, si ririwa ini mengira bupati tidak punya peran di Purwakarta. Padahal, katanya, tanda tangan bupati masih berlaku. 

“Jangan pikirkan si ririwa, kita harus konsen membangun daerah, jadi biarkan saja si Ririwa menggonggong Bupati tetap berlalu,” katanya.

Sebelumnya, dalam proses gugatan cerai, Anne Ratna juga menyerang Dedi Mulyadi dengan mengungkap beberapa alasan. Di antaranya, Dedi Mulyadi sebagai suami melanggar syariat Islam terhadap istrinya. 

Kang Dedi juga disebut tidak memberi nafkah lahir dan batin, contohnya tidak memberi uang bulanan. Anen Ratna juga mengaku mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalan bentuk kekerasan psikis.

Yang terbaru adalah Anne Ratna Mustika menyebut Pemkab Purwakarta pada zaman Bupati Dedi Mulyadi utang dana bagi hasil (DBH) selama tiga tahun. Sudah dibayar setahun sebesar Rp28 miliar di zaman Bupati Anne Ratna, sisanya belum terbayar sampai sekarang.

“Selama saya jadi bupati dan wakil bupati menjabat tidak akan meninggalkan utang,” kata Anne Ratna disampaikan saat memberi sambutan dalam program Gempungan di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, dilansir dari kanal Youtube Septio Septio Ali Reza Selasa (22/11/2022). 

Baca Juga: Dijatah 5 Hari Bersama Hyang Sukma Ayu, Kang Dedi Mulyadi: Nyi Hyang Makin Betah Bersama Saya

Bahkan dia menyebut, Dedi Mulyadi dengan ‘bupati baheula’. Dia juga menyindir agar sebagai bupati itu jangan suka pencitraan dan nangis melulu.

“Makanya jadi bupati itu yang bener, jangan pencitraan mulu, jangan nangis mulu, nggak tau beneran atau gak,” ucapnya.

Anne Ratna juga mengaku dimintai membayarkan utang DBH selama 2 tahun pada era Dedi Mulyadi. Dia menyatakan tidak mau melakukan itu.

“Maunya dibayarin sama bupati yang sekarang, 'kamu tuh gak tahu malu',” terangnya.

Video itu pun mendapat beragam komentar. Sedikitnya ada 400-an komentar. Akan tetapi, sebagian besar malah menghujat Anne Ratna sekaligus membela Kang Dedi Mulyadi.

Berikut beberapa komentar pedas dari para netizen atas pernyataan Anne Ratna Mustika di kedua kanal youtube tersebut:

“Apapun yang terjadi saya bangga sama Pak Dedi.  Semangat terus Pak Dedi. Jangan hiraukan mulut-mulut yang berbisa,” tulis @asepmuhidin4243.

“Tidak patut ditiru. Seorang pemimpin berbicara seperti itu. Semangat Kang Dedi Mulyadi. Mati satu tumbuh seribu,” lanjut @delihernawan3892.

“Nu komen kabeh ngadukung ka Pak Haji Dedi Mulyadi... mantap,” tukas @ujangabidin8682.

“Purwakarta menjadi kota yang bagus itu hasil KDM. Ibu pun menjadi bupati itu hasil KDM, masyarakat memilih ibu karena melihat kinerja KDM. Coba periode depan ibu nyalon lagi apa bisa ibu menang lagi. Saya tetap bangga kepada Bapak Dedi Mulyadi. Saya yakin Pak Dedi jadi gubernur Jawa Barat,” papar @muniralponsochanel7961.

“Sehat selalu Pa Dedi, semoga mendapat penggaanti. Yang lebih solehah,” kata @ranioktavianarani7896.

“Ini yang buat Dedi merasa aneh dengan istrinya setelah naik jadi bupati. Banyak perubahan di diri Anne. Dedi yang rendah hati suka menolong dan Anne yang tiba-tiba berubah menjadi sindrom of power setelah jadi bupati,” lanjut @hizkiaonibala1901.

“Tanpa pak Dedi, Ambu gak seperti sekarang Ambu ingat,” kata @paijaharplos4541.

“Denger ini, malah jadi lebih respect ka KDM,” tulis @rmgrandymuhammadgumilar6949.

“Inilah bupati terlebai di Indonesia, malu-maluin,” terang @abudarussalam9131.

“Itulah sifat aslinya bupatinya Purwakarta,” singkat @herykurniawan6378.

“Ga usah segitunyaa menjelekkan ayah dari anak-anakmu. Bukan contoh yang baik bagi rakyat apalagi bagi seorang perempuan,” jelas @deon4006.

“Habis umroh bukan tambah baik tapi makin menjelek-jelakan suami astagfirulloh ini guru ngajinya gimana,” @pujasarimanoe3582.

“Katanya balik umroh ko gitu,” tuding @dumyatidm7350.

“Mau ngomong apapun tetap KDM yang terbaik, eneng siapa? gibah mulu,” lanjut @ravicchung9808.

“Ambu ngagogoreng Bapak Nnyi Hyang, Yudistira, sadar Bu. Bageur ceuk ibu duka ceuk nusanesmah... nyarios kasar. Ampun dah,” pungkas @yanamulyana2116. (*)

Load More