Suara Denpasar – Isu perselingkuhan Arawinda Kirana dengan Guiddo Ilyasa Purba, suami dari dokter Amanda Zahra berlanjut sampai pada profil di Wikipedia. Dalam profil Wikipedia, Arawinda disebut sebagai perusak rumah tangga Amanda Zahra.
Seperti pada tangkapan layar Selasa (29/11/2022) setelah trending topic akibat rilis dari pihak agensi Kite Entertainment pada Instagram @kite.entertainment. Nama Amanda dan Arawinda menjadi trending topic sampai Rabu (30/11/2022).
Akibat hal tersebut, profil Arawinda Kirana pun berubah. Netizen menyunting profil Arawinda menjadi perusak rumah tangga.
“Sri Arawinda Kirana Rustandi (lahir 27 September 2001) artis yang merupakan perusak rumah tangga pasutri Guiddo Ilyasa Purba dan Amanda Zahra,” demikian tertulis di Wikipedia.
Akibat penyuntingan ini, pihak Wikipedia sampai harus turun tangan. Hasil penyuntingan ini dikembalikan ke profil semula. Bagian ‘perusak rumah tangga pasutri Guiddo Ilyasa Purba dan Amanda Zahra dihapus.
“Sri Arawinda Kirana Rustandi (lahir 27 September 2001) adalah aktris berkebangsaan Indonesia,” demikian hasil penyuntingan terakhir yang dilihat Rabu (30/11/2022).
Tak berhenti di sana, Wikipedia pun membatasi penyuntingan untuk profil Arawinda Kirana. Pihak Wikipedia mengunci penyuntingan, kalaupun ingin melakukan penyuntingan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Syarat itu antara lain harus melakukan permohonan penyuntingan, mendiskusikan perubahan yang ingin dilakukan di halaman pembicaraan, memohon untuk melepaskan pelindungan, masuk, atau buatlah sebuah akun.
“Penyuntingan Artikel oleh pengguna baru atau anonim untuk saat ini tidak diizinkan hingga 14 Desember 2022,” tulis Wikipedia.
Sebagaimana diketahui, pertengahan 2022 sempat ramai kabar dugaan selingkuh Guiddo Ilyasa Purba dengan Arawinda Kirana. Kasus ini sampai berujung perceraian Guiddo Ilyasa Purba dengan Amanda Zahra.
Pada akhir Oktober, Arawinda Kirana membuat klarifikasi. Intinya dia akan menyelesaikan masalah ini secara privat. Dia meminta waktu. Akan tetapi, Selasa (29/11/2022), yang terjadi adalah rilis dari Kite Entertainment, agensi yang menaungi Arawinda Kirana yang membantah sejumlah tuduhan pelakor.
Bahkan, pihak Kite Entertainment dan Arawinda Kirana menuding Amanda Zahra melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap suaminya dan anaknya. Penjelasan Kite Entertainment ini berdasarkan pengakuan Guiddo Ilyasa Purba, namun tidak ada konfirmasi dari Amanda Zahra. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026
-
Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI