/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 10:40 WIB
Ternyata bagi Kang Dedi Mulyadi cerai adalah hal memalukan. Kini Tertawakan diri sendiri yang digugat cerai Ambu Anne. (YouTube KDM Channel)

Suara Denpasar - Ternyata ada alasan tersendiri mengapa Dedi Mulyadi seringkali tidak hadir dalam persidangan gugatan cerai yang dilayangkan oleh sang istri, Anne Ratna Mustika

Selain karena kesibukan, Dedi Mulyadi tampaknya memang enggan meluangkan waktu untuk mengurusi sidang gugatan cerai itu. 

Hal ini nampak dari tidak adanya kesungguhan Kang Dedi dalam setiap agenda sidang. 

Baru-baru ini terungkap bahwa bagi Kang Dedi perceraian adalah sesuatu hal yang memalukan

Dilansir Suara Denpasar dari YouTube Lembur Pakuan Channel, ia menyampaikan hal ini tatkala sedang mengantarkan seorang anak yang membutuhkan perawatan medis. 

Anak bernama Saeful ini adalah anak laki-laki yang memiliki kelamin ganda. Untuk itulah Kang Dedi membantunya untuk bisa mendapatkan perawatan medis lantaran orangtuanya belum pernah memeriksakan kondisi kelainan sang putra. 

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Kang Dedi mencoba berbincang dengan Saeful yang kini duduk di kelas 3 SD.

Kang Dedi bertanya banyak hal salah satunya soal kemana orangtuanya selama ini. 

Saeful yang polos menjawab bahwa orangtuanya telah bercerai sejak ia berumur 6 tahun.

Baca Juga: So Sweet..Ambu Anne Masih Simpan Banyak Kenangan Manis Bareng Kang Dedi Mulyadi, Ada Video Kecupan Sayang, Masih Cinta?

Terkejut, Kang Dedi tampak tak menyangka atas kondisi prihatin yang dihadapi Saeful sejak ia kecil. 

Kang Dedi lantas mengatakan agar jangan sampai pasangan yang telah menikah sampai berujung cerai karena hal itu memalukan. 

"Jangan cerai dong, memalukan," tegasnya.

Kang Dedi yang kini juga tengah menghadapi gugatan cerai dari Ambu Anne lantas mencoba ngeles akan kondisinya. 

"Aku bukan cerai tapi digugat, beda dong,” tuturnya sembari tertawa.

Kang Dedi juga pernah menyampaikan bahwa menghadiri sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama baginya adalah sebuah kesia-siaan. 

Selain menyia-nyiakan waktu, hal itu juga dianggapnya menyia-nyiakan hati. 

"Ya, perjalanan menuju tempat (PA) yang sia-sia itu, hanya menyia-nyiakan waktu, hanya menyia-nyiakan hati," jelas Dedi Mulyadi.

Load More