Suara Denpasar - Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu proyek prestisius yang akan diwariskan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bagi penerusnya. Demikian, banyak pihak yang pesimis bahwa IKN akan berlanjut setelah Jokowi usai menjadi presiden.
Sebab, sampai saat ini belum ada investor yang benar-benar tertarik untuk berinvestasi di sana.
Demikian, sebagai bentuk dukungan atas proyek IKN ini, dikabarkan beberapa relawan Jokowi akan menggelar perkembangan di sana.
Menanggapi rencana itu, fisluf dan pengamat politik Rocky Gerung langsung melontarkan kritikan.
Niat relawan untuk berkemah di sana malah akan membuat investor kabur karena menilai bahwa proyek ini kental dengan aroma politik.
Bukan murni investasi bisnis seperti dalam pikiran mereka. Apalagi, laporan Bloomberg yang menuding bahwa proyek IKN ini akan berantakan.
"Ini mau berpolitik atau berbisnis. Apa goalnya berkemah di situ," kata Rocky Gerung dalam bincang-bincang santai dengan jurnalis senior Hersubeno Arief dalam video di halaman Facebook @Rocky Gerung yang dilakukan denpasar.suara.com, Jumat (9/12/2022).
Dia juga mengingatkan bahwa di lokasi IKN tidak sembarangan orang yang bisa berkemah di sana.
Harus dipikirkan bahwa di sana panas mataharinya begitu terik dan di bawah tanah adalah baru bara.
“Kabinet Jokowi (pernah) mereka berkemah di situ. Baru berapa hari saja sudah dua orang gubernur pingsan,” ungkap dia.
Baca Juga: Guru Masih Menderita! Rocky Gerung: Guru Itu Butuh Uang untuk Bensin dan Makan
“Karena itu, mereka kan gak terlatih. Berkemah di situ juga kalau enggak terlatih dengan suatu cuaca panas bisa banyak yang pingsan. IKN kan di atasnya matahari khatulistiwanpanasnya minta ampun. Kemudian bawah IKN itu ada batubara, makin panas minta ampun. Jadi dia akan dipanggang di situ, jadi sandwich di situ?,” paparnya.
Dia juga menilai bahwa rencana berkemahnya relawan itu dinilai sudah irasional dan menandakan fanatisme yang berlebihan.
Soal relawan dengan fanatisme berlebihan bukan hanya ditemukan di pendukung Jokowi.
Tapi juga di pendukung Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo.
“Ini berbahaya ya. Kalau kemudian fanatisme dari para pendukung ini kemudian berubah menjadi yang tadi sikap yang tidak rasional. Kita nggak tahu bagaimana cara menasehati lagi orang yang udah fanatik,” terangnya.
Fanatisme ini juga mencerminkan bahwa relawan mengkultuskan dan feodal. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Ulasan "Limited Time", Novel Korea dengan Kisah Remaja yang Menyentuh
-
5 Warna Keberuntungan Rumah Menurut Feng Shui Sesuai Arah Mata Angin, Bikin Hoki Mengalir
-
Euforia Kelulusan: Mengapa Perayaan Boleh, Tapi Penggunaan Gelar Harus Ditahan?
-
Kekayaan Plt Jampidsus Rudi Margono, Punya Kendaraan Cuma Motor Honda Lawas
-
9 Tersangka Kasus Pembunuhan Anggota Polisi di Katingan Ditangkap
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Ketika Negara Tidak Kompak, Rakyat Harus Apa?
-
Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul