Suara Denpasar - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau RKHUP sebentar lagi akan disahkan.
Ini menyusul sembilan fraksi, tujuan fraksi menyetujui RKHUP ke tingkat II dalam paripurna. Sedangkan dua fraksi yakni PDIP dan PKS menyetujui dengan catatan.
Namun, RKUHP itu masih tetap mengundang kontroversi dengan adanya pasal-pasal yang dinilai nantinya menjadi alat politik pemerintah maupun aparatur negara. Seperti halnya pasal penghinaan presiden maupun aparatur negara.
Jelas Rocky Gerung, dirinya secara tegas menolak pasal karet dalam RKUHP tersebut. "Ini Undang-undang yang dihajar oleh masyarakat sipil," katanya dalam kanal YouTube yang dikutip denpasar.suara.com, Minggu (27/11/2022).
Rocky Gerung mengaku, dirinya tetap konsisten melakukan penolakan, kendati dirinya banyak mendapat sorotan kalangan elit di negeri ini.
Faktanya memang masyarakat menolak RKUHP ini disahkan menjadi undang-undang. Ungkap dia, bukan hanya masyarakat sipil. Tapi juga ahli tata negara di luar pemerintahan juga memiliki bayangan yang sama.
"Pakar-pakar hukum di luar pemerintahan menganggap undang-undang ini berbahaya bagi demokrasi," terangnya.
Lebih gilanya lagi, di tengah penolakan masyarakat yang begitu deras. Tak ada satu pun partai politik yang merasa RKUHP ini berbahaya.
"Berbahaya tuh soal menghina presiden. Presiden itu bukan raja, masak partai politik tidak bisa membedakan tubuh presiden dengan tubuh privatnya," papar dia.
Baca Juga: Ganjar Hadir di Rapimwil PPP Jateng:Kita Punya Hubungan Emosional yang Bagus
Hal ini berbeda dengan negara kerajaan di mana tubuh privat dan tubuh politik seorang raja menyatu. "Jadi menghina tubuhnya sekaligus menghina mahkotannya," terang dia panjang lebar. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Terpopuler: HP Samsung Kamera Bagus, Tren PayLater Meningkat
-
33 Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026, Bonus Event Songkran dan Hadiah Sandy Walsh
-
Terpopuler: Shio Paling Hoki 12 April 2026, Top 7 Sepatu Lokal Senyaman Nike dan ASICS
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial