Suara Denpasar - Seorang ibu bernama Buhaya langsung menangis memeluk anggota DPR RI Dedi Mulyadi. Sang ibu menangisi anaknya yang tewas tertimpa longsor di Kampung Cinangsi, Desa Cisalada, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Kang Dedi Mulyadi datang ke lokasi longsor dan berniat memberikan bantuan. Dia pun berniat merelokasi satu keluarga yang tertimpa longsor dan merenggut satu nyawa bocah tersebut.
Kang Dedi mengatakan, melalui rencana relokasi ini, diharapkan satu keluarga ini bisa pindah ke area yang lebih aman dibanding tempat saat ini yang rawan longsor bahkan mengakibatkan satu bocah bernama Fahri Ibrahim (8) meninggal dunia tertimpa longsor.
"Sehingga tidak harus bertaruh nyawa ketika hujan tiba setelah satu nyawa generasi hilang," jelas Kang Dedi Mulyadi melalui telepon, di Purwakarta, Sabtu (10/12/2022).
Ketika mengetahui ada kejadian tanah longsor yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia Kang Dedi Mulyadi langsung datang ke lokasi, Jumat malam (9/10/2022).
Dia bertemu dengan orang tua korban. Saat itu, keluarga ini sedang berduka. Buhaya, ibu dari Fahri Ibrahim langsung memeluk Kang Dedi Mulyadi. Dia menangisi anaknya yang tewas tertimbun tanah longsor.
Fahri Ibrahim meninggal dunia saat setelah tertimpa tanah longsor. Saat itu dia sedang mandi.
Rumah yang tertimpa longsor itu dihuni empat kepala keluarga. Mereka memang tinggal di rumah yang rawan longsor. Namun, tidak ada pilihan karena itu satu-satunya tempat tinggal mereka.
Curah hujan dan geografis yang rawan longsor ini membuat harus diambil kepputusan segera.
Baca Juga: Bupati Karawang dan Ambu Anne Kompak Pamer, Seorang Wanita Menangis ke Dedi Mulyadi
Kang Dedi Mulyadi pun berinisiatif merelokasi satu keluarga ini untuk menghindari longsor susulan. Dia masih mencarikan tempat yang lebih aman.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta Juddy Herdiana menjelaskan, peristiwa tebing longsor yang menimpa satu rumah di Jatiluhur itu mengakibatkan satu anak meninggal dunia pada Jumat petang (9/12/2022).
Dijelaskan, Fahri Ibrahim, bocah 8 tahun itu tewas setelah tertimbun longsoran dan material bangunan. Saat itu, Fahri sedang mandi dan tebing di belakang rumah longsor. (Antara)
Berita Terkait
-
Sinyal Kang Dedi Menduda Seumur Hidup, Ibaratkan Neng Anne Cangkir yang Hilang
-
Perjodohan Kang Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Cellica Terhalang, Bukan karena Ambu Anne, Tapi Ini
-
Dijodohkan Dengan Kang Dedi Mulyadi, Bupati Karawang Tiba-Tiba Ketemu Berdua Dengan Ambu Anne, Bahas Apa?
-
Hibur Diri! Kang Dedi: Daripada Kita Sakit Mikirin Satu Perempuan, Lebih Baik Merebut Banyak Perempuan
-
Arti Nama Hyang Sukma Ayu, Putri Bontot Kang Dedi yang Lahir Usai Pemilu 2019
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Emir Mahira Cari Jawaban soal Aturan Pukul Istri ke Quraish Shihab
-
Purbaya Buka-bukaan Ungkap Efek Perang AS vs Iran ke Ekonomi RI
-
Ingin Itikaf Lebih Bermakna? Lakukan 6 Amalan Ini agar Tak Cuma Pindah Tidur ke Masjid
-
Laporan Intelijen Bongkar Kondisi Parah Mojtaba Khamenei Habis Dibom Israel
-
7 Fakta Dibalik Kasus Warga Karanganyar Grebek Pria di Rumah Janda yang Berujung Laporan Polisi
-
Kronologi Ford Fiesta Nyemplung dan Hantam Rumah Warga di Ungaran Gara-gara Google Maps
-
Iran Cap Halal Luncurkan Rudal ke Kapal Antek Zionis Israel yang Lewat Selat Hormuz
-
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke PIK 2, Boyong Jon Batiste hingga Wave to Earth
-
Jelang Pembatasan, Pelabuhan Ketapang Dipadati Antrean Truk
-
Lebaran Tanpa Pulang Kampung: Kisah Pilu Pekerja di Yogyakarta, Tiket Mahal dan Ekonomi Sulit