/
Selasa, 13 Desember 2022 | 19:56 WIB
Dampak Gempa di Karangasem Bali, Merajan Roboh hingga Genteng Berjatuhan (BMKG)

Suara Denpasar - Gempa di Karangasem, Bali, menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan pada Selasa (13/12/2022).

Laporan sementara, BPBD Kab Karangasem melaporkan ada sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan.

"Sebagian besar kerusakan ringan, genteng jatuh, dan beberapa merajan / sanggah roboh," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin.

Dia mengatakan saat ini, tim BPBD Kab Karangasem masih di lapangan, melakukan asesment. Dia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

"Korban jiwa sejauh ini belum ada dilaporkan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya,  Karangasem diguncang gempa dengan kekuatan 5,1 magnitudo pada Selasa (13/12/2022) pukul 17.38.24 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan pusat gempa di laut pada jarak 1 Km arah Timur Kubu, Karangasem, pada kedalaman 30 km.

Dia menjelaskan gempa itu termasuk gempa dangkal karena lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Gempa terjadi akibat adanya aktivitas Sesar Naik Flores ( Flores back arc thrust ). Hasil analisis BMKG bahwa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik.
 
"Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Karangasem dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah )," katanya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Gundar Jadi Trending, Buntut Viral Video Pelaku Pelecehan Seksual Dilecehkan dan Dicekoki Air Kencing

Selain itu, juga di daerah Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat,  dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Lalu daerah Tabanan, Kuta, Buleleng, Lombok Timur dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata dia.

Load More