Suara Denpasar - Ada pemandangan unik di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Maranatha Denpasar, jelang perayaan Natal 25 Desember mendatang. Sebuah pohon natal setinggi empat meter menjulang tinggi di depan GPIB Maranatha. Pohon natal itu dipenuhi hiasan batok kelapa memakai masker.
Todi WD, selaku perancang pohon natal di GPIB Maranatha Denpasar menyebut, konsepnya masih seputar Pandemi COVID-19. "Konsepnya saya ingin menunjukan bahwa sekarang masih COVID-19, meski sudah dibebaskan untuk tidak pakai masker. Tapi harus tetap pakai masker untuk jaga kesehatan," ungkapnya, Selasa (20/12).
Todi memanfaatkan batok kelapa dan barang bekas untuk membuat pohon natal ini. Selain ramah lingkungan, pohon natal mampu menghemat biaya produksi.
"Dari anggaran Rp8 juta, pohon natal ini hanya menghabiskan biaya Rp300 ribu saja," jelasnya.
Ia menyebut, pohon natal dengan tinggi 4 meter itu dibuat menggunakan daun bekas dari dua pohon natal yang sudah tidak digunakan lagi. Sisi luar pohon natal dikelilingi batok kelapa yang dipasangkan masker. "Masker yang digunakan merupakan masker baru yang jumlahnya sama dengan jumlah batok kelapa, yakni 70 buah," tambahnya.
Selama lebih dari 20 tahun pengalaman membuat pohon natal, Todi kerap membuat konsep yang unik. Biasanya ia mendapat ide dari situasi yang terjadi di lingkungan sekitar.
"Dulu saya pernah membuat pohon natal dari kemasan air mineral, idenya lahir karena terlalu banyak sampah yang dihasilkan setiap habis acara gereja. Kemudian saya juga pernah membuat pohon natal dari kotak nasi bekas juga," kata dia.
Bagi umat Nasrani, pohon natal bermakna sebagai ungkapan sukacita saat Natal tiba. "Masyarakat yang lewat di depan gereja juga bisa menikmati indahnya pohon natal. Pohon ini dipajang hingga Januari mendatang," tuturnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak