Suara Denpasar - Anakan atau trotolan Murai Batu merupakan salah satu burung kicauan yang harganya pernah stabil dan terjaga. Akan tetapi, belakangan harga Murai Batu mengalami penurunan.
Hal tersebut diungkapkan salah satu peternak Murai Batu melalui kanal youtube pribadinya dengan nama Teguh Prayitno yang diunggah pada 22 Februari 2022.
Dalam penjelasan, Teguh mengatakan harga trotolan Murai Batu pada 7 hingga 8 tahun lalu bisa mencapai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.
"Tak hanya menurun, tapi tajam turunnya," katanya dikutip Suara Denpasar pada Kamis (22/12/2022).
Dia mengatakan ada tiga faktor utama yang menyebabkan harga burung dengan nama lain kucica hutan ini turun tajam.
Faktor pertama mengapa harga untuk saat ini jauh dibanding dengan beberapa tahun lalu karena semakin banyaknya peternak Murai Batu.
Dia mengatakan dulu belum banyak yang beternak Murai Batu karena minimnya pengetahuan tentang cara menangkarkan burung ini.
Akan tetapi, saat ini pengetahuan tentang peternakan Murai semakin banyak dan tersebar di internet, termasuk Youtube.
Hal itu membuat semakin banyak orang yang akhirnya sukses dan berhasil mengembang biakan burung dengan khas ekor panjang ini.
Baca Juga: Basis Pemilih Ganjar Pranowo Lemah di NU, Pengamat Sarankan Pinang Sosok Erick
"Sekarang di 2022, peternak sudah menjamur, bukan banyak lagi, tapi menjamur," kata dia.
Semakin banyak peternak yang menghasilkan trotolan, kata dia, membuat harga turun. Hal itu karena jumlah trotolan membeludak, namun pembelinya berkurang.
"Ini untuk yang indukan yang standar," kata dia.
Penyebab kedua adalah banyak peternak yang tak memperhatikan kualitas indukan Murai Batu.
"Berawal dari indukan murai batu yang kurang berkwalitas maka trotolan yang dihasilkan juga kurang berkwalitas, akibatnya harga jual dipasaran menurun," katanya.
Kemudian banyaknya persilngan ternak burung murai batu yang asal-asalan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi
-
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah