/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 14:37 WIB
Kang Dedi Mulyadi berpelukan dengan Budi, pedagang kerupuk keliling di Bali. (Youtube Kang Dedi Mulyadi)

Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi menangkap seorang pedagang kerupuk yang berjualan di Bali. Pedagang kerupuk itu diangkut ke mobilnya, hingga dimintai uang. Kang Dedi Mulyadi pun membuat pedagang itu menangis.

Seperti terlihat dalam tayangan Youtube Kang Dedi Mulyadi, Kamis (22/12/2022). Dia terlihat menumpangi mobil dan berhenti di tepi jalan.

Kang Dedi Mulyadi menurunkan seorang pedagang kerupuk bernama Abdurrahman yang barang dagangannya diborong. Saat menurunkan pedagang kerupuk Abdurrahman, seorang pedagang kerupuk lain yang melihatnya bertanya-tanya.

“Arapah reh,” tanya pedagang kerupuk itu menanyakan dalam Bahasa Madura.

Pedagang kerupuk Abdurrahman diam saja. Kemudian pedagang kerupuk satunya menanyakan ke Kang Dedi ada apa sehingga temannya diangkut mobil.

“Kenapa? Ada apa, Pak?” tanya pedagang kerupuk ini.

“Melanggar dia. Jualannya di tempat turis. Di depan hotel,” kata mantan bupati Purwakarta dua periode ini.

“Saya ndak, Pak. (saya) lewat sini,” katanya.

Kang Dedi pun menggertak sang pedagang kerupuk ini untuk diangkut ke mobil. Dia tidak mau. Namun akhirnya dipaksa Kang Dedi Mulyadi naik mobil bersama barang dagangannya.

Baca Juga: Spesial Pake Telor, Perlakuan Kang Dedi Terhadap Neng Salma yang Masih SMA

Di dalam mobil, Kang Dedi menanyakan apakah kerupuk yang dijual ada izinnya, juga apakah berjualan ada kartu atau izinnya. Sang pedahang kerupuk bernama Budi, asal Probolinggo, itu pun mengaku tidak tahu.

Suami dari Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika ini pun menegaskan berjualan kerupuk pun harus ada izinnya. Budi terlihat kebingungan. Dia ingin menelepon bosnya.

Akhirnya Budi merengek minta dibebaskan. Dia minta damai. Kang Dedi Mulyadi pun meminta uang damai. Terjadi tawar-menawar. Kang Dedi menyatakan, pedagang kerupuk yang tadi memberi uang damai Rp200 ribu.

“Kalau saya belum dapat uang Rp200 ribu, Pak. Saya sepi, Pak. Bapaknya kan tahu sendiri,” kata Budi dengan memelas.

“Kalau gitu punya berapa? Daripada kerupuknya disita, gak bisa jualan, pulang gak punya ongkos,” terang ayah dari Maula Akbar, Yudistira dan Nyi Hyang Sukma ini.

Budi pun merengek minta dibebaskan. Kang Dedi memaksa ada uang berapa. Budi pun mengeluarkan uang hasil jualan dari tas selempangnya. Hanya ada dual embar pecahan Rp50 ribu dan beberapa pecahan lebih kecil.

Load More