/
Sabtu, 24 Desember 2022 | 20:14 WIB
Dedi Mulyadi di Sema Wayah, salah satu pemakaman Desa Trunyan. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara Denpasar – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Kang Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja di masa reses ke Bali. Dia bersama sejumlah anggota Komisi IV DPR RI mengunjungi beberapa tempat di Bali. Sejumlah tempat itu memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing.

Berikut tempat yang dikunjungi Kang Dedi Mulyadi bersama rombongan, lengkap dengan profilnya masing-masing:

1. Pasar Badung, Kota Denpasar

Pasar Badung menjadi tempat yang pertama dikunjungi Kang Dedi Mulyadi. Dari tayangan di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, terlihat dia masuk ke kios di lantai 1 yang menjadi tempat jualan bumbu dan sayuran.

Dilansir dari denpasartourism.com, Pasar Badung memiliki sejarah cukup panjang. Sebelum ada Pasar Badung seperti sekarang ini, ada pasar di tempat yang kini jadi kantor wali kota Denpasar, atau di barat Lapangan Puputan Badung. Namanya dulu Pasar Periuk karena banyak perajin yang menjual aneka gerabah, di antaranya periuk.

Setahun setelah Kerajaan Badung ditaklukkan Belanda pada 1906 melalui Puputan Badung, pasar ini dipindah ke barat, dekat Tukad (Sungai) Badung. Warga Jawa dan Madura yang sebelumnya mendiami tempat itu digeser ke Kampung Wanasari (Kampung Jawa) di Jalan A. Yani-Kartini saat ini.

Saat Indonesia merdeka, nama pasar ini pun diubah menjadi Pasar Badung. Apalagi lokasinya bersebelahan dengan Tukad Badung. Saat itu Denpasar masih menjadi ibu kota Kabupaten Badung.

Pada 1984 Pasar Badung diubah menjadi pasar bertingkat. Namun, pada 2016, pasar ini terbakar. Akhirnya dibangun ulang dari nol seperti yang terlihat dan dikunjungi Dedi Mulyadi beberapa hari lalu.

Sekadar diketahui, Pasar Badung sekarang bukan berada di Kabupaten Badung. Sebab, Kabupaten Badung sudah memindahkan pusat pemerintahannya ke Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung. Sehingga, Pasar Badung saat ini secara administratif berada di Kota Denpasar.

Baca Juga: Desa Trunyan yang Sempat Dikunjungi Dedi Mulyadi Saat ke Bali Memiliki 3 Kuburan, Apa Saja?

Pasar Badung di Kota Denpasar. (sumber: Suara.com)

2. Desa Trunyan, Kintamani, Bangli

Desa Trunyan merupakan salah satu desa tua atau kuno di Bali. Untuk mencapai desa ini salah satunya, dan yang umum bagi wisatawan, dengan menyeberangi Danau Batur.

Desa ini juga memiliki tradisi yang unik dan berbeda dengan warga Bali dataran rendah yang sudah terpengaruh Hindu Budha dari Jawa hingga era Majapahit.

Sebagai salah satu desa Bali Mula, demikian biasa desa Bali kuno ini disebut, Desa Trunyan memiliki tradisi yang sampai ini masih lestari. Yang beda dengan tradisi dalam Hindu. Salah satunya adalah dalam hal penguburan mayat.

Di Desa Trunyan, jenazah tidak dikubur di dalam tanah, juga tidak dibakar. Melainkan hanya ditaruh di atas tanah yang menjadi lokasi pemakaman. Pemakaman di Trunyan ada 3, yakni Sema Wayah (utuh yang meninggal wajar/ utuh tubuhnya), Sema Batas (yang anggota tubuhnya tidak lengkap), dan Sema Muda (untuk mayat bayi).

Di pemakaman ini ada pohon Taru Menyan, yang dapat menebar wangi dan menyerap bau. Sehingga, mayat yang membusuk tidak menebarkan bau tak sedap. Unik bukan?

Load More