/
Sabtu, 31 Desember 2022 | 11:34 WIB
Luna Maya di makam kakeknya, Kapten Soedjono di Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. (Youtube Luna Maya)

Suara Denpasar – Selama ini artis Luna Maya identik dengan Bali. Banyak yang mengira Luna Maya keturunan orang Bali. Padahal bukan. Belakangan diketahui bahwa Luna Maya sebetulnya keturunan Wong Cirebon. Ya, Luna Maya memiliki darah orang Cirebon, Jawa Barat. Walau berada di Jawa Barat, sebagian masyarakat Cirebon menggunakan bahasa Jawa ngapak khas Cirebon atau Jawa Barat.

Darah Cirebon yang mengalir pada Luna Maya justru dari garis kakeknya. Sang kakek, Soedjono merupakan orang Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Hal itu terlihat dari Youtube Luna Maya 17 Desember 2022 lalu. Di tengah syuting film Suzana 2 di Pabrik Gula Sindang Laut, Kabupaten Cirebon.

Saat jeda syuting film tersebut, mantan kekasih Ariel NOAH dan Reino Barack itu menyempatkan diri mencari leluhurnya. Sang kakek dikabarkan dimakamkan di Desa Pegagan, Palimanan.

Dalam tayangan Youtubenya, Luna Maya mendapat ancer-ancer Makam Kroya yang berada di belakang masjid di Desa Pegagan, Palimanan. Dia awalnya masih terlihat ragu. Sehingga menelepon tantenya.

“Info dari tanteku, katanya di sini. Tapi tanteku lupa-lupa ingat,” katanya.

Luna tidak mengetahui persis. Sebab, kakeknya disebut meninggal dunia pada tahun 1992. Saat itu usia Luna Maya masih 9 tahun.

Saat sang kakek meninggal dunia, dia juga tidak datang. Yang datang ayahnya. Luna Maya pun mengaku hanya sekali bertemu dengan sang kakek, diperirakan saat dia masih berusia 4 tahun.

Luna Maya pun bertemu dengan penjaga makam. Dia menjelaskan bahwa kakeknya bernama Sudjono. Meninggal dunia pada 1992.

Baca Juga: Wah! Pernikahan Dibongkar Ari Lasso, Reaksi Luna Maya dan Gading Marten Jadi Sorotan

“Makam Pak Soedjono di mana?” tanya dia.

Sang menjaga makam pun menjelaskan benar ini Makam Kroya, Pegagan. Untuk memastikan, Luna Maya mengeraskan suara HP-nya agar sang tante bisa bicara dengan penjaga makam.

“Kuburannya sebelah kiri jalan,” kata sang tante.

Sang tante juga mengatakan kuburan Sudjono ada di dekat sumur. Setelah dicari-cari akhirnya kuburan itu ditemukan. Pada nisannya tertulis Sudjono. Luna Maya pun dipanggil penjaga makam dan beberapa warga lain.

Terungkap bahwa Soedjono adalah seorang pensiunan TNI. Pangkatnya kapten. Kalau di kepolisian setara dengan ajun komisaris polisi (AKP). Bila menjabat di kesatuan, maka bisa jadi Komandan Komando Rayon Militer (Danramil). Kalau di kepolisian, bisa menjabat Kapolsek.

“O, Kapten Soedjono. Ini rumahnya dekat lampu merah Palimanan,” kata warga lain.

“Iya, ini bapaknya bapak saya,” kata Luna Maya.

Ayah Luna Maya adalah Uut Bambang Sugeng. Menurut penjelasan Luna Maya, neneknya berasal dari Bojonegoro. Namun, neneknya dan ayahnya dikubur di Jakarta.

Kakeknya saja yang pulang kampung setelah pensiun dari tentara, kemudian meninggal dan dikubur di Makam Kroya, Desa Pegagan, Palimanan, Cirebon.

“Benar kan aku orang Cirebon. Kita doakan, semoga leluhur di tempat terbaik. Dan kita dijagain dari atas sama leluhur kita,” ucap Luna di kuburan kakeknya, kemudian berdoa dan menyiramkan air dari botol air mineral.

Ia juga berpesan kepada penjaga makam untuk titip menjaga makam keluarganya ini. “Nitip dibersihin, makasih, ya, Pak. Mari, permisi,” kata Luna meninggalkan makam.

Dari percakapan penjaga makam dengan tantenya tadi, juga antara penjaga makam dengan warga lain, terdengar cengkok atau dialek khas Jawa ngapak.

Bahasa Cirebon ada kemiripan dengan ‘Bahasa Ngapak’ dari wilayah Jawa Tengah bagian barat di jalur pantai utara (Pantura), seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Purwokerto.

Beberapa kabupaten tetangga Cirebon, seperti Indramayu yang kerap dipakai pedangdut Iis Dahlia, juga menggunakan ‘Bahasa Jawa ngapak’. Walau begitu ada beberapa kosakata yang berbeda, misalnya untuk menyebut kata ‘saya’ atau ‘aku’ di Bahasa ngapak Jawa Tengah-an menggunakan ‘inyong’ atau ‘nyong’. Kamu = koe atau kowen.

Sedangkan ngapak Jawa Barat-an seperti Cirebon dan Indramayu menggunakan ‘isun’/ kita, diambil dari 'ingsun' dalam Bahasa Sansekerta. Sedangkan kamu = sira, juga dari Sanskrit.

Cirebon memang berada di Jawa Barat. Namun, berada di perbatasan dengan Jawa Tengah. Sehingga ada sebagian yang berbahasa Sunda, dan sebagian lagi Jawa.

Selain berdarah Cirebon, Jawa Barat; dan Bojonegoro, Jawa Timur, Luna Maya juga memiliki darah Austria dari sang ibu, Desa Maya Waltaurd Maiyer. Kakeknya dari ibu juga seorang pensiunan tentara Austria bernama Hans Maiyer. Ayah dan ibunya bertemu di Bali, dan Luna Maya lahir hingga besar di Bali. (*)

Load More