- BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berlaku 16 hingga 20 Februari 2026.
- Peringatan ini mencakup hujan sedang hingga sangat lebat di Jakarta dan Kepulauan Seribu sebagai mitigasi.
- Masyarakat diimbau menyiapkan perlengkapan, memantau muka air, dan segera lapor melalui JAKI atau Call Center 112.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan menyambangi wilayah ibu kota.
Peringatan ini berlaku untuk periode lima hari ke depan, mulai dari tanggal 16 hingga 20 Februari 2026.
Informasi krusial ini disampaikan oleh BPBD DKI Jakarta pada hari ini, Senin (16/2/2026), sebagai langkah mitigasi dini bagi masyarakat.
"Peringatan dini cuaca. Hujan dengan intensitas sedang sampai sangat lebat di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu," tulis BPBD dalam tajuk pengumuman resminya.
Pihak otoritas menekankan bahwa kesiapan mental dan fisik warga sangat menentukan dalam menghadapi anomali cuaca kali ini.
"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," lanjut keterangan BPBD DKI Jakarta dalam unggahan akun media sosial resmi mereka.
Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan segera menyiapkan peralatan pendukung seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, warga juga diminta untuk menyiagakan Tas Siaga Bencana sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di lingkungan tempat tinggal.
BPBD DKI Jakarta juga menyarankan publik untuk rutin memantau pergerakan tinggi muka air melalui laman resmi bpbd.jakarta.go.id/waterlevel.
Baca Juga: Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?
Bagi warga yang menemukan titik genangan atau potensi banjir, pelaporan dapat dilakukan secara cepat melalui aplikasi JAKI.
Segala bentuk kondisi darurat yang memerlukan pertolongan segera dapat dilaporkan dengan menghubungi pusat panggilan (call center) Jakarta Siaga di nomor 112.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga sudah merilis pernyataan resmi tentang potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia hingga beberapa hari ke depan.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan hasil analisis terkini bahwa terjadi penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan, sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Gus Falah Bongkar Standar Ganda Jokowi Soal UU KPK: Wujud 'Cuci Tangan'
-
Jokowi Setuju UU KPK Kembali ke Versi Lama, ICW: Upaya Cuci Tangan dari Kesalahan Lama
-
DPRD DKI Dorong Penertiban Manusia Gerobak: Tidak Hanya Digusur, Tapi Diberi Pelatihan Agar Mandiri
-
Jokowi Mau UU KPK Kembali ke Versi Lama, Eks Penyidik: Publik Tak Butuh Gimick
-
Jejak Jokowi soal UU KPK Terbongkar, 5 Fakta Bantah Klaim Lempar Tangan
-
Cak Imin, Gus Ipul, dan Kepala BPS Bahas Akurasi Data PBI
-
Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil
-
Jokowi Dicap Tak Konsisten Soal UU KPK: Dulu Biarkan Novel Disingkirkan, Kini Menyesal?
-
Kejagung Bantah Ada Temuan Uang Senilai Rp920 Miliar saat Geledah Rumah Pejabat Pajak
-
DPR Bongkar Fakta Pembahasan UU KPK, Jokowi Mau 'Cuci Tangan'?