Suara Denpasar - Setiap jelang Galungan sejak beberapa tahun terakhir, Ketua DPD II Golkar Badung, Wayan Suyasa rutin membagikan daging babi.
Meski demikian, Wayan Suyasa yang juga Wakil Ketua DPRD Badung tak ingin apa yang dilakukan dibanding-bandingkan dengan yang lainnya.
Termasuk Suyasa tidak ingin kegiatan Golkar tersebut dibandingkan dengan tokoh maupun partai lain, termasuk PDI Perjuangan.
"Ini acara rutin enam bulan sekali, yaitu setiap Galungan untuk melestarikan tradisi mepatung," kata Wayan Suyasa disela-sela pembagian daging Babi di Sekretariat DPD II Golkar Badung, Senin (2/1/2023).
Suyasa menyatakan, bagi-baggi daging babi saat Galungan ini sebagai ucapan syukur dan terima kasih darinya.
"Cuma untuk kali ini daging babi jumlahnya 11 ton," ujar Suyasa lagi
Politisi yang dijagokan untuk merebut kursi Badung 1 itu menjelaskan perayaan Galungan sebelumnya, pihaknya membagikan 9 ton daging babi.
"Dari 9 ton sekarang jadi 11 ton. Kami harap masyarakat tidak melihat dari segi jumlah, tapi bagaimana kami melestarikan budaya dan tradisi menjelang Galungan," kata Wayan Suyasa.
Pihaknya juga tidak ambil pusing dengan anggapan pihak lainnya. Termasuk jika menyebut dirinya pencitraan.
Baca Juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Bawa Sinyal Giri Prasta Gubernur Bali 2024?
"Dalam dunia politik sah-sah saja orang membahasakan bantuan kami ini. Yang jelas bagi kami, bantuan ini sebagai bentuk apresiasi, penghargaan dan terima kasih kami kepada masyarakat Badung," tegasnya.
Yang penting baginya, masyarakat khususnya kader dan simpatisan Golkar dapat menikmati daging babi disaat hari Galungan.
Peternak babi, lanjut dia juga mendapat manfaat dari penjualan Babi.
"Ke depan kami harap agenda ini bisa menjadi agenda rutin pemerintah untuk melestarikan tradisi dan membantu UMKM terutama peternak babi," harapnya. (*/Aryo)
Berita Terkait
-
Terungkap! Fakta Dibalik Warga Negara Asal Musik K-pop Menaruh Kepala Babi Saat Pembangunan Masjid
-
Baliho Babi Guling Diganti 2.500 Penjor
-
Baliho Babi Guling Diberangus Jelang G20, Anggota DPD RI Arya Wedakarna Ngamuk: Ada Oknum Pejabat Pusat yang Anti Bali
-
Baliho Babi Guling di Jalur G20 Diberangus, Netizen: Kepakkan Sayap Kebhinekaan Dong!
-
Denise Chariesta Tertawa Ngakak, Dituding Nikita Mirzani Pelakor "Babi Samcam" Pork Belly
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis