- Pemprov DKI Jakarta dan PT Danantara menandatangani kesepakatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik pada Senin, 4 Mei 2026.
- Proyek ini bertujuan mengatasi darurat sampah Jakarta yang mencapai 9.000 ton per hari akibat ketergantungan pada sistem open dumping.
- Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas di Bantargebang dan Tanjungan Kamal untuk mengubah sampah menjadi energi listrik dalam dua tahun.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Danantara Investment Management (DIM) untuk percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Jakarta di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengatakan penanganan sampah Jakarta membutuhkan langkah cepat dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Darurat sampah DKI telah menjadi perhatian banyak pihak yang memerlukan penanganan secara cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi hulu-hilir," ujar Zulhas kepada wartawan.
Menurut dia, persoalan sampah Jakarta juga mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
"Jakarta ini mendapat perhatian khusus dari Bapak Presiden, kami hampir kalau beberapa minggu yang lalu, hampir tiap minggu ditelepon soal sampah, utamanya Bantargebang," ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, timbunan sampah Jakarta saat ini mencapai lebih dari 9.000 ton per hari. Sebagian besar penanganannya masih bergantung pada sistem open dumping di Bantargebang.
"Timbunan sampah Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Saat ini 87 persen masih bergantung pada open dumping seperti Bantargebang yang sudah jauh melebihi kapasitas," kata dia.
Pemerintah mengandalkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai dasar percepatan penanganan sampah perkotaan melalui teknologi waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.
"Perpres 109 Tahun 2025 dimaksudkan untuk mempercepat penanganan darurat sampah perkotaan dengan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, sampah kita olah jadi listrik," tutur Zulhas.
Baca Juga: Danantara Dinilai Berperan Strategis dalam Proyek Hilirisasi Fase II
Dalam proyek di Jakarta, Pemprov DKI mengusulkan dua lokasi pengembangan PSEL, yakni di Bantargebang dan Tanjungan Kamal Muara. Penandatanganan kerja sama dengan Danantara disebut sebagai bagian dari proses percepatan pemilihan badan usaha dan realisasi proyek.
Zulhas menyebut kesepakatan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
"Penandatanganan ini adalah kontrak dengan jutaan warga Jakarta. Bahwa sampah mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi. Insyaallah dua tahun lagi,” ucapnya.
PSEL dirancang untuk mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pola pembuangan terbuka.
"Sampah yang selama ini menumpuk di depan rumah warga Jakarta akan diubah menjadi listrik yang mengaliri kota ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis