Suara Denpasar – Sejumlah baliho di sepanjang jalur yang dilewati delegasi G-20 di Badung, Bali, diberangus. Netizen pun nyinyir minta yang diberangus baliho-baliho politikus, seperti Kepakkan Sayap Kebhinekaan milik Ketua DPR RI, Puan Maharani yang bertebaran di Bali.
Akun Instagram @punapibali yang merepost dari @info.ungasan memposting bahwa Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Bali melakukan penertiban baliho, spanduk hingga pamflet di jalur yang bakal dilewati delegasi G20, Kamis (27/10).
“Penertiban baliho tersebut dilakukan di sepanjang kawasan Simpang Dewa Ruci hingga Nusa Dua dan sepanjang jalan menuju GWK,” tulis @punapibali dikutip Suara Denpasar, Jumat (28/10/2022).
Postingan ini pun mendapat komentar dari sejumlah netizen. Mereka sinis dengan penertiban baliho yang hanya diberlakukan kepada masyarakat kecil, sedangkan terhadap baliho milik politikus tidak dilakukan.
“Baliho pejabat sing usakin (tidak dirusak, red), Pak?” tulis @mdbsr._
“Kalo bisa bendera partai juga dibersihkan. Merusak pemandangan saja,” terang @himynameiswira
“Slide 3 itu banner lalapan kenapa juga diangkut, Pak?” kata prajnadewatakonstruksi
“Berarti tertib itu hanya tatkala ada tamu aja berarti ya? kalao nggak ada tamu sembrawut pun nggak masalah?” tulis @i.n.suamba.9
“Mih baliho begul (babi guling, red) kena masih (kena juga, red,” terangnya.
Baca Juga: Ketusnya Ria Ricis Tanggapi Ramalan Teuku Ryan jadi Pemeran Video Syur Pria Alim Inisial R: Musyrik!
“Baliho UMKM ikut dibersihkan? Kasian lo mereka,” kata @dbuagoesbruno
“Asal sube man susuk lebih (asal sudah dapat uang) masuk kantong apapun disuruh jeg bersihkan... Kecuali, balito tikus-tikus berdasi berdiri kokoh permanen,” lanjut @dbuagoesbruno sinis.
“Baliho kepakan sayap kebinekhaan bisa dong diangkut juga,” tukas @balicar.tours. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026