/
Rabu, 04 Januari 2023 | 11:53 WIB
Fajar Sadboy dan ayahnya, Erol Labatjo, serta Denny Cagur soal kemungkinan Fajar Sadboy anak indigo. (Youtube Denny Cagur Tv)

Kebiasaan dia pergi malam-malam itu berlangsung selama setahun. Sehingga banyak orang di Gorontalo yang mengenal Fajar. Kalau Fajar hilang, dan orang mengetahui keberadaannya maka akan menghubungi ayahnya.

Selama pergi dari rumah, Fajar biasa di masjid. Azan dan salat di masjid. Termasuk di masjid Polres. Dia pernah membawa sepeda milik Kanit di Polres Gorontalo.

Setelah setahun pergi dari rumah, Fajar memiliki keanehan. Menurut ayahnya, Fajar disebut beberapa kali mengobati orang. 

Dia membantu mengobati orang yang sakit hanya dengan air putih. Ada yang sakit gatal selama berbulan-bulan dan diobati ke sejumlah rumah sakit tak kunjung sembuh.

“Tapi setelah yang diobati sembuh, Fajar yang gatal,” katanya, seperti pindah penyakitnya.

Ada juga seorang perempuan, istri pengemudi bentor (becak motor) yang sudah beberapa bulan tidak pernah bangun dari tempat tidur. Ceritanya Fajar bertemu tanpa sengaja dengan pengemudi bentor (becak motor) tersebut dan cerita keluhan istrinya.

Akhirnya Fajar menawarkan diri mencoba untuk mengobati. Hanya dengan air putih untuk diminum, cuci muka dan diteteskan ke mata. Ajaib, istri pengemudi bentor itu bisa bangun dari tempat tidur. Sembuh.

Yang paling mengerikan adalah Fajar Sadboy bisa melihat kapan seseorang meninggal dunia. Sebab, pernah suatu kali, dia mengatakan bahwa om yang menjadi tetangganya akan meninggal pada hari Jumat. 

Saat itu Fajar cerita ke ibunya pada hari Rabu. Dia pun ditegur oleh sang ibu. Sebab soal mati rahasia Tuhan.

Baca Juga: Terbaru 2023! Adegan Panas 4 Sekawan Viral Di TikTok dan Twitter

“Akhirnya hari Jumat meninggal ini Bapak ini. Jadi istrinya bilang, betul Fajar bilang. Meninggal hari Jumat itu juga, Pak,” katanya.

Denny Cagur pun menanyakan apa yang dirasakan saat dia melihat kapan seseorang meninggal dunia. Fajar mengatakan dia bukan orang sakti, juga bukan penguasa. Dia mengatakan, Allah lah yang maha tahu.

“Yang saya rasakan itu kalau pengen diam ada yang coba untuk membuka mulut agar mengucapkan, agar disuruh untuk mengucapkan sesuatu yang saya rasakan ngomong aja gitu,” kata Fajar Labatjo. (*)

Load More